0 Point
Vaksinasi

Perbedaan Antara Vaksin Homolog dan Heterolog, Mana yang Paling Efektif?

Banyak negara yang telah melakukan vaksinasi booster terutama saat dominasi varian Omicron ini berlangsung. 

Vaksin booster terbagi oleh vaksin yang bersifat homolog dan heterolog. Vaksin homolog menggunakan jenis vaksinasi yang sama seperti dosis pertama dan kedua sedangkan penggunaan vaksinasi heterolog merujuk pada penggunaan jenis yang berbeda dengan dosis pertama dan kedua. Mana yang paling efektif?

Menurut kesimpulan dari penelitian yang dilansir oleh the Lancet Global Health, mereka menyarankan bahwa dosis booster homolog dan heterolog untuk individu memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap COVID-19 termasuk komplikasi akibat penyakit parah. 

Namun, mereka juga menunjukkan bahwa vaksin booster heterolog memiliki efektivitas yang lebih tinggi daripada booster homolog di segala hasilnya. 

Vaksin COVID-19 adalah komponen utama dari respon pandemi untuk mengurangi komplikasi penyakit dan keparahannya. Namun semakin banyak bukti yang menunjukkan adanya perlindungan vaksin terhadap COVID-19 mengalami penurunan dari waktu ke waktu dan mereka juga menunjukkan adanya kerendahan pada efektivitas terhadap varian delta.

Penelitian juga menunjukkan adanya penurunan respons imun humoral setelah seseorang lakukan vaksinasi dengan jenis vaksin apapun. 

Dari lansiran the Lancet, akibat dari buktian yang mulai muncul ke permukaan ini, maka beberapa negara berpenghasilan tinggi seperti Perancis, AS, Jerman dan Inggris telah mengizinkan warganya untuk memulai vaksinasi dosis vaksin ketiga namun mereka juga tetap melakukan pembatasan vaksinasi boosters terhadap pengidap penyakit berisiko tinggi, orang lansia serta individu tertentu dengan kondisi medis yang mendasarinya. 

Sedangkan negara-negara termasuk Kamboja, Chili, Thailand dan Turki menawarkan dosis booster homolog dan heterolog kepada individu yang diimunisasi dengan jadwal vaksin SARS-CoV-2 primer non-aktif.

Tim the Lancet juga memperkirakan untuk efektivitas vaksin untuk dosis penguat homolog dan heterolog menyesuaikan dengan faktor demografis dan klinis yang relevan dari hubungan antara vaksinasi dan hasil COVID-19. 

Hasil yang diperoleh oleh tim the Lancet berhasil membuat kebijakan untuk mempertimbangkan dosis ketiga untuk populasi yang divaksinasi dengan CoronaVac dan memberikan informasi penting tentang jadwal booster vaksin homolog dan heterolog.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok