0 Poin
Gangguan Penglihatan yang Paling Sering Terjadi

Waspada Gangguan Penglihatan yang Paling Sering Terjadi

Gangguan penglihatan dan kehilangan penglihatan dapat terjadi pada semua usia, pada balita, pada usia sekolah, usia produktif maupun lansia. Gangguan penglihatan ini dapat mengganggu aktivitas dan membahayakan penderita sehingga bisa mengurangi kualitas hidup dan bahkan dapat mengakibatkan depresi pada penderita.

Berikut adalah beberapa gangguan penglihatan yang perlu Anda ketahui.

Kelainan refraksi

Ini adalah kondisi dimana cahaya yang masuk kedalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Terdapat 4 jenis kelainan refraksi yaitu myopia (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), presbiopi (rabun dekat usia lanjut), dan astigmatism (silindris).

Konjungtivitis atau Mata Merah

Adalah iritasi atau peradangan pada konjungtiva, yang menutupi bagian putih bola mata. Kondisi ini dapat disebabkan alergi atau infeksi bakteri atau virus. Konjungtivitis bisa sangat menular dan menyebar melalui kontak dengan sekresi mata dari orang yang terinfeksi.Gejala meliputi mata kemerahan, gatal, dan berair. Hal ini juga dapat menyebabkan keluarnya kotoran atau pengerasan kulit di sekitar mata.

Katarak

Kondisi ini nerupakaj gangguan penglihatan akibat dari lensa yang menjadi keruh, kelainan ini tidak dapat disembuhkan dengan penggunaan kacamata. Katarak dapat terjadi 1 sisi atau kedua sisi mata. Penyakit ini jika dibiarkan dapat menyebabkan kebutaan pada usia tua. Keluhan biasanya penurunan penglihatan seperti melihat awan/ kabut dan silau ketika melihat cahaya. Gangguan penglihatan ini dapat dihilangkan dengan melakukan operasi katarak.

Degenerasi Makula atau disebut Aged Related Macular Degeneration (AMD)

Aged Related Macular Degeneration (AMD) sering terjadi pada lansia dengan gejala awal yaitu pandangan buram dimulai dari bagian tengah penglihatan. AMD dibagi menjadi dua tipe kering dan basah. Amd kering terjadi secara bertahap karena kematian sel-sel retina. AMD tipe basah terjadi karena pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal kedalam makula, sehingga terjadi perdarahan atau penumpukan cairan dibagian makula sehingga menyebabkan gangguan penglihatan.

Retinopati Diabetik

Adalah penyakit diabetes sering diderita oleh lansia, penyakit sistemik ini dapat memicu terjadinya retinopati atau kerusakan pada lapisan retina. Gejala retinopati berupa: penglihatan yang kabur, floaters (bercak hitam pada penglihatan), nyeri pada mata/mata merah, dan penglihatan berbayang.

Glaukoma

Penyakit mata yang terjadi karena penyumbatan aliran cairan bola mata, sehingga cairan tersebut menumpuk dan meningkatkan tekanan pada bola mata meningkat. Glaukoma memiliki beberapa tipe glaukoma primer sudut tertutup, glaukoma primer sudut terbuka, glaukoma sekunder, dan kongenital (bawaan sejak lahir). Pada glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dibandingkan sudut tertutup terutama pada usia >49 tahun.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok