0 Poin

#migrain

Artikel Terbaru

Migrain jadi Salah Satu Gejala Covid-19, Benarkah?

Hingga saat ini, para peneliti dan ahli kesehatan sangat berfokus pada mempelajari segala hal mengenai virus Corona baru, di mana hasil penelitian dan pemahaman mereka dapat sangat membantu dalam langkah untuk memberantas penyakit mematikan ini lebih lanjut.

Penelitian: Akupuntur Efektif Bantu Redakan Migrain

Para peneliti di China telah menemukan bahwa beberapa efek akupunktur dapat membantu mengurangi migrain. Ini juga tampak lebih efektif daripada perawatan biasa untuk sakit kepala.

Sering Sakit Kepala? Makanan Ini Mungkin Penyebabnya

Sakit kepala bisa sangat menyakitkan pada waktu tertentu sehingga membuat Anda sulit untuk untuk menikmati keseharian dan nyerinya bisa sangat mengganggu.

Ini yang Dapat Dilakukan untuk Kurangi Gejala Migrain

Sakit kepala merupakan suatu kondisi umum yang dialami oleh hampir semua orang di dunia. Ada berbagai macam jenis sakit kepala yang dapat menyerang, salah satu yang paling umum adalah migrain. Ada banyak sekali gejala migrain yang dapat menyerang, dan ini harus segera diatasi agar tak mengganggu aktivitas Anda.

Cara Mudah Untuk Mengelola Gejala Migrain

Menurut penelitian, hampir 30 persen dari populasi dunia pernah menderita migrain. Migrain adalah Kondisi neurologis yang dapat menyebabkan banyak gejala sehingga membuat hari-hari anda sangat tidak nyaman.

Makan Roti Bisa Bikin Migrain?

Orang yang mengalami migrain biasanya melaporkan sakit kepala yang amat sangat. Tetapi dalam beberapa kasus, itu mungkin juga melibatkan mual, muntah, sensitivitas cahaya dan pusing.

Sejumlah faktor telah dikaitkan dengan migrain. Ini dapat terjadi karena faktor lingkungan, hormon, gen dan konsumsi makanan tertentu.

Tetapi salah satu alasan mengejutkan mengapa orang mengalami sakit kepala yang ekstrem adalah karena makan roti. Itu karena kehadiran gluten, protein yang biasa ditemukan dalam gandum.

Ada beberapa cara roti memicu migrain. Gluten dalam roti bisa berakibat buruk bagi penderita penyakit celiac, gangguan pencernaan yang disebabkan oleh alergi terhadap protein.

Pada orang dengan penyakit seliaka, sistem kekebalan melepaskan antibodi yang disebut serum transglutaminase (TG) 2 untuk menyerang protein. Ini juga merusak jaringan sehat dan menyebabkan reaksi peradangan yang membahayakan organ-organ sehat lainnya, termasuk otak, menurut Lauren Green, asisten profesor profesor neurologi di University of Southern California.

Gluten juga bisa menyebabkan migrain pada orang tanpa penyakit celiac. Sakit kepala terjadi ketika protein mengetuk jalur trigeminovaskular (TVP).

TVP termasuk saraf yang mengontrol sensasi di wajah, menggigit dan mengunyah. Ketika gluten mengaktifkan saraf-saraf ini, TVP dapat menghasilkan lebih banyak protein yang disebut peptida terkait gen kalsitonin (CGRP), yang telah dikaitkan dengan migrain.

CGRP menyebabkan pelebaran pembuluh darah di meninges di sekitar otak. Pelebaran ini kemudian menyebabkan air dan protein bocor di lapisan otak sekitarnya, yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi.

"Pembengkakan mengaktifkan saraf trigeminal yang menyampaikan pesan ke daerah lain di otak, termasuk thalamus yang menciptakan persepsi rasa sakit yang terkait dengan migrain," kata Green dalam sebuah artikel yang diposting di The Conversation.

Migrain dapat mulai dalam 15 menit setelah terpapar gluten. Sebenarnya Anda tetap bisa mendapatkan manfaat dari roti dengan memilih roti yang tidak memiliki gluten.

Ini dapat membantu mengurangi risiko respons peradangan yang secara negatif memengaruhi saraf dan memicu rasa sakit. Namun, dia mencatat orang-orang yang tidak sensitif terhadap gluten harus mencoba bereksperimen diet sebelum sepenuhnya menghilangkan protein.

Migrain bisa Meningkatkan Risiko Masalah Kesehatan Ini!

Sakit kepala apapun jenisnya bisa sangat mengganggu ketika sedang datang menyerang. Ini juga berlaku untuk sakit kepala migrain yang dialami oleh banyak orang. Tahukah Anda kalau migrain bahkan juga bisa membuat Anda berisiko lebih tinggi terhadap kondisi kesehatan lain?

5 Alternatif Terapi untuk Sakit Kepala

Menghadapi serangan migrain menang menjengkelkan. Meskipun tersedia obat-obatan yang dapat membantu meringankan rasa sakit karena migrain, tetap saja kita memerlukan tindakan pencegahan agar gejala tersebut tak menjalar di kemudian hari. Selain obat pereda nyeri, tentu terapi lain dipercaya untuk penanganan rasa sakit yang biasa menyerang area kepala ini.

Terapi Baru Migrain dengan Obat Erenumab

Jutaan orang yang menderita migrain mungkin saat ini memiliki sumber harapan baru yaitu dengan hadirnya obat yang ditujukan untuk menangkal sakit kepala. Sebuah peneliti menemukan bahwa obat yang disuntikkan, yang disebut erenumab, dapat mencegah migrain jika perawatan lain gagal melakukannya. 

Jauhi Ini Jika Tak Ingin Terserang Migrain!

Sakit kepala merupakan satu kondisi umum yang sering menyerang banyak orang. Dan faktanya menurut WHO, telah dilaporkan bahwa hingga 75% orang berusia antara 18 hingga 65 tahun mengalami sakit kepala dalam setahun, dan lebih dari 30% orang menderita migrain.

Makanan Terbaik dan Terburuk saat Migrain Tiba

Sakit kepala bukan keluhan sembarangan lagi, banyak diantara kita dengan mudahnya merasakan sakit kepala. Faktanya, dalam sebuah laporan dari WHO, 75% orang berusia antara 18 dan 65 mengalami sakit kepala selama setahun, dan lebih dari 30% orang menderita migrain.

Jauhi Makanan Ini untuk Cegah Migrain

Migrain menjadi masalah yang sangat menyebalkan dan berpotensi mengganggu aktivitas. Rasa sakitnya kadang begitu menyiksa. Berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya Anda hindari untuk mencegah terkena migrain.

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok