0 Poin
Alergi Sabun Mandi

Mengapa Anda Bisa Mengalami Alergi Sabun Mandi?

Mandi dengan sabun yang wangi, bisa jadi menyenangkan bagi sebagian orang, namun sayangnya, tidak semua sabun mandi cocok untuk semua orang. Beberapa orang mungkin rentan terhadap alergi sabun mandi.

Alergi sabun mandi bisa terjadi pada seseorang, akibat kandungan bahan dalam sabun mandi yang cenderung memicu munculnya reaksi alergi. Alergi sabun mandi dapat menyerang siapa saja, dan pada usia berapa pun, jadi tak hanya pada orang yang rentan terhadap alergi.

Alergi atau reaksi alergi disebabkan ketika tubuh bereaksi terhadap zat asing tertentu (alergen). Alergen dapat berupa seperti debu, bulu hewan peliharaan, serbuk sari, makanan, atau bahan kimia tertentu. Parfum atau bahan tertentu dalam produk kosmetik dan perawatan kulit, juga bisa menjadi alergen yang memicu terjadinya reaksi alergi.

Alergen umumnya bukan zat yang berbahaya. Ini merupakan zat biasa yang salah diartikan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai ancaman, sehingga sistem kekebalan tubuh mengeluarkan reaksi ketika alergen memasuki tubuh manusia, seperti gatal-gatal, pembengkakan, muncul ruam, gatal, bersin, hingga pilek.

Sebagian besar alergi hanya menimbulkan gejala ringan, tetapi beberapa alergi dapat menyebabkan tubuh mengalami syok anafilaksis yang bahkan bisa berujung kematian.

Dermatitis kontak adalah reaksi alergi atau reaksi iritan terhadap alergen atau iritan yang menyebabkan ruam kulit yang gatal dan/atau nyeri.

Ketika alergen adalah penyebab dermatitis kontak, ini dikenal sebagai dermatitis kontak alergi. Parfum, produk kosmetik, produk skincare, adalah beberapa jenis alergen yang umum menjadi penyebab dermatitis kontak.

Sementara itu, ketika zat yang mengiritasi atau iritan yang menyebabkan kondisi dermatitis kontak, ini dikenal sebagai dermatitis kontak iritan. Iritasi paling sering disebabkan oleh pemakaian sabun, pembersih, atau deterjen yang mengandung bahan kimia keras, dan asam.

Potensi alergen dan iritan dalam sabun mandi

Sabun mandi terdiri dari banyak bahan, dan sebagian besar merupakan alergen dan iritan, yang dapat menyebabkan terjadinya dermatitis kontak alergi atau dermatitis kontak iritan.

Berikut ini merupakan beberapa bahan dalam sabun mandi yang bisa membuat seseorang mengalami alergi sabun mandi:

  • Parfum atau wewangian
  • Pengawet
  • Antibakteri
  • Warna dan bahan pengental sabun
  • Bahan kimia
  • Alkohol

Menurut ahli kesehatan kulit, Anda dapat mengalami reaksi mendadak terhadap satu atau lebih bahan dalam sabun mandi, bahkan ketika Anda telah menggunakannya selama bertahun-tahun.

Sabun mandi umumnya digunakan di seluruh tubuh kecuali wajah. Akibatnya, reaksi alergi sabun mandi muncul sebagai ruam yang menyebar secara tidak merata di seluruh tubuh, namun tidak muncul di wajah. Saat mengalami alergi sabun mandi, seseorang mungkin akan mengalami kulit yang meradang, bersisik, dan gatal.

Sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap alergi sabun, maka hindari sabun mandi yang mengandung kadar alkohol tinggi, karena ini dapat merusak lapisan pelindung alami kulit Anda.

Anda juga bisa melindungi kulit dari alergi sabun mandi, dengan membeli sabun yang tidak mengandung:

  • Natrium lauril sulfat (SLS)
  • Propilen glikol (PG)
  • Cocamidopropil betain (CAPB)
  • Triclosan
  • DMDM hidantoin

Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(Foto: TODAY)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok