0 Poin

Mata Merah dan Perih? Mungkin Ini Penyebabnya

Kasus Pasien YesDok

Mengalami mata perih dan kemerahan? Meski sudah diberi obat tetes mata berulang kali, namun ternyata masalah yang sama masih dirasakan? Bisa jadi permasalahan ini disebabkan oleh kebiasaan yang Anda lakukan. Kasus dari pasien YesDok berikut ini bisa Anda jadikan pelajaran.

Winda (bukan nama sebenarnya), 21 tahun, berkonsultasi dengan dokter YesDok via fitur Video Call YesDok. Winda mengeluhkan masalah perih dan merah pada bagian matanya. Meski sudah diberi obat mata, namun keluhan tersebut tak kunjung reda.

Mata perih dirasakan ketika naik motor atau ketika keluar rumah terkena angin. Winda sehari-hari bekerja di ruangan ber-AC dan menatap layar komputer. Pola tidur hanya 6 jam sehari, dan minum air putih hanya 2 liter/hari. Ia juga tidak menggunakan kacamata untuk sehari-hari.

Menurut diagnosa dr. Marshell Timotius dari YesDok, kemungkinan ia mengalami “dry eyes syndrome”, yaitu keadaan dimana bola mata dalam keadaan kering sehingga timbul keluhan perih dan bahkan kemerahan.  Mata yang terpapar angin saat sedang berkendara motor dan paparan ruangan ber-AC membuat mata menjadi mudah kering.

Untuk menghindari permasalahan ini, berikut hal-hal yang perlu dilakukan berdasarkan saran dari dr. Marshell Timotius:

  • Untuk menghindari kondisi mata kering, mata harus cukup beristirahat.
  • Minum air yang cukup minimal 2 liter/hari. Minum air akan membantu menjaga selaput lendir mata tetap lembap.
  • Jangan menggosok mata terlalu keras.
  • Usahakan untuk berkedip lebih sering saat membaca, menulis, mengemudi, atau bekerja di depan monitor untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata
  • Aturlah suhu ruangan bila menggunakan pendingin ruangan. Kelembaban yang baik untuk permukaan mata berkisar antara 22-25° C. Jadi bila menggunakan AC jangan terlalu dingin karena penguapan mata menjadi lebih cepat sehingga mata menjadi cepat kering
  • Tambahkan konsumsi suplemen vitamin A, minimal sekali sehari.
  • Berikan obat tetes mata. Gunakan 1 tetes di tiap mata, bila terasa perih atau kering.
  • Bila tidak ada perubahan, konsultasi ke dokter spesialis mata untuk dilakukan pemeriksaan mata.

Mata kering dapat terjadi ketika mata tidak menghasilkan air mata dalam kadar yang cukup seperti seharusnya, atau saat komposisi pendukung air mata tidak pada konsistensi yang tepat dan menguap terlalu cepat.

Mata kering biasanya disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

  • Kondisi medis misalnya diabetes, arthritis rematoid, lupus, scleroderma, sindrom Sjogren, gangguan tiroid, defisiensi vitamin A, Bell’s palsy, alergi, dermatitis kontak, HIV.
  • Proses penuaan. Mata kering lebih sering dialami oleh orang-orang lanjut usia. Hal ini mungkin diakibatkan oleh produksi air mata yang menurun seiring bertambahnya usia, dan kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk membuat air mata mengaliri seluruh permukaan mata.
  • Obat-obatan. Efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, terapi pengganti hormon, antidepresan, obat-obatan hipertensi, obat jerawat minum, kontrasepsi oral, obat-obatan Parkinson, beta blocker, dan diuretik.
  • Kosmetik, seperti pemakaian lensa kontak, pemakaian eyeliner.
  • Masalah pada struktur kelopak mata Ektropi (pembalikkan kelopak mata bagian dalam ke luar) dan entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam) bisa menyebabkan meta menjadi kering dan teriritasi
  • Perubahan hormon. Hormon merangsang produksi air mata. Perubahan hormon yang umum dialami oleh wanita bisa meningkatkan risiko mereka terhadap mata kering. Contohnya: selama kehamilan, menopause, atau menggunakan pil KB
  • Lingkungan dan aktivitas, misalnya: debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, berada di tempat tinggi. Selain itu, saat membaca, bekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

Anda juga dapat menghindari masalah ini dengan mengubah kebiasaan buruk yang menjadi penyebab masalah ini karena hal sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata akan berdampak bagi fungsi mata di masa depan.

Jika ada mengalami keluhan yang sama, coba cermati apakah yang menjadi penyebab masalah kesehatan Anda. Anda dapat dengan mudah konsultasi dengan dokter melalui aplikasi YesDok. Ini bisa menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengetahui secara dini kemungkinan penyebab dari kebiasaan buruk sehari-hari yang mungkin terjadi.

Dokter YesDok juga memberikan edukasi terkait penanganan pertama yang bisa dilakukan baik dengan obat maupun tanpa obat-obatan.

YesDok juga dapat anda gunakan untuk menolong orang-orang yang Anda sayangi dan orang-orang di sekitar anda yang mengalami masalah kesehatan. Anda bisa menggunakan YesDok di mana saja dan kapan saja, bagi orang sekitar juga tentu bagi Anda sendiri.

Jangan biarkan permasalahan mata merah dan kering terus mengganggu. Penggunaan obat tetes yang terus menerus tanpa mencari tahu penyebab utama dan mencari akar masalah juga bisa berbahaya.

Konsultasi dengan dokter YesDok dapat memberikan info kapan Anda harus segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke spesialis mata. Jika ada keluhan lain terkait kesehatan mata dan masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi YesDok.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok