0 Poin
Teknik laparoskopi

Kenali Prosedur Laparoskopi Urologi dengan Sayatan Minimal

Laparoskopi dikenal juga sebagai operasi “key-hole" atau “lubang kunci” adalah tindakan pembedahan invasif minimal yang hanya memerlukan sayatan kecil untuk melakukan berbagai tindakan medis. 

Dalam bidang Urologi, teknik ini sangat bermanfaat dalam tata laksana berbagai penyakit, mulai dari batu saluran kemih bagian atas, tumor saluran kemih, tumor prostat, kista ginjal, ginjal yang tidak berfungsi, pemasangan kateter untuk continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), dan berbagai operasi rekonstruksi urologi lainnya, baik untuk pasien anak maupun dewasa. 

Batu dengan ukuran besar yang terletak di saluran kemih bagian atas dapat dilakukan operasi menggunakan teknik laparoskopi. Nantinya batu dapat dikeluarkan secara keseluruhan tanpa meninggalkan luka yang besar. 

Kista ginjal juga dapat ditemukan pada seseorang dengan berbagai ukuran. Sekalipun terdapat kista yang cukup besar, tindakan pembedahan untuk mengeluarkan kista juga dapat ditangani menggunakan teknik laparoskopi.

Tumor pada ginjal dan prostat juga kerap dilakukan operasi menggunakan teknik ini, dan sudah banyak diteliti bahwa teknik dengan laparoskopi memberikan manfaat yang besar bagi pasien karena memiliki efek samping yang minimal. 

Dokter Spesialis Urologi di RSUI, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U, FICS menegaskan bahwa teknik laparoskopi lebih menguntungkan dibandingkan dengan operasi terbuka, di antaranya luka operasi yang lebih kecil sehingga kosmesis (estetik) lebih baik, nyeri pasca operasi yang minimal, perdarahan yang lebih sedikit dan lama rawat pasca operasi yang lebih cepat. 

“Teknik ini menjadi standar utama dalam melakukan berbagai terapi penyakit di atas dan merupakan elemen penting dalam praktik sehari-hari dari seorang Urolog,” ucapnya.

Selain itu, proses penyembuhan pasca operasi ini tidak memerlukan waktu yang lama dan pasien dapat kembali bekerja dalam waktu 1 minggu pasca operasi.

“Operasi dilakukan sekitar 1-3 jam (bergantung kepada kasus yang dilakukan) dan pasien dapat rawat jalan setelah 1-3 hari pasca operasi laparoskopi dalam keadaan baik. Meski proses penyembuhan tidak memerlukan waktu yang lama, pasien tetap perlu memperhatikan aktivitasnya, seperti menghindari kegiatan berat pada fase awal, sambil latihan fisik bertahap. setelah 30 hari semuanya mulai bisa kembali normal,” papar dr Dyandra.

(Foto: healthline)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok