0 Poin
Flek Pada Ibu Hamil

Keluar Flek pada Ibu Hamil, Bahayakah?

Flek pada ibu hamil bisa membuat khawatir dan resah, bahayakah kondisi ini? Ternyata, tidak semua flek yang muncul di masa kehamilan berbahaya, namun, beberapa kasus juga menunjukkan adanya masalah pada kehamilan.

Flek di trimester pertama

Flek cokelat pada ibu hamil yang terjadi di trimester awal kehamilan umumnya merupakan kondisi yang normal. Pada awal masa kehamilan, atau tepatnya sekitar 6-12 hari setelah pembuahan, embrio mulai menempel pada dinding rahim, hal ini bisa menyebabkan perdarahan ringan.

Bercak darah ini sering kali salah dikira sebagai menstruasi, padahal, ini merupakan flek ringan yang muncul di masa trimester awal kehamilan. Bercak darah yang muncul biasanya juga memiliki warna yang lebih terang, dibanding darah yang keluar saat menstruasi.

Bercak darah yang muncul biasanya tidak sebanyak darah menstruasi dan hanya berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Anda juga tidak perlu khawatir, sebab bercak darah ini tidak membahayakan calon bayi.

Beberapa penyebab flek pada ibu hamil di trimester awal kehamilan yakni:

  • Perubahan hormon yang membuat leher rahim atau serviks menjadi lebih mudah berdarah
  • Melakukan hubungan seksual yang terlalu keras

Meski tergolong kondisi yang normal dan tidak berbahaya, namun, ada pula beberapa kasus flek pada ibu hamil di trimester pertama yang harus diwaspadai, sebab bisa menjadi tanda bahaya seperti keguguran atau komplikasi serius lainnya, seperti kehamilan ektopik hingga hamil anggur.

Flek di trimester kedua dan ketiga

Apabila flek pada ibu hamil tetap keluar hingga trimester kedua dan ketiga kehamilan, maka ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mengatasinya.

Ada beberapa penyebab flek pada ibu hamil di trimester kedua dan ketiga, seperti:

Bayi meninggal dalam kandungan

Kondisi bayi yang meninggal dalam kandungan atau stillbirth, biasanya terjadi dengan beberapa tanda seperti perdarahan saat masa kehamilan. Menurut WHO, stillbirth umumnya terjadi pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih, tanpa adanya tanda-tanda kehidupan dari janin.

Beberapa gejala stillbirth yang bisa dirasakan ibu hamil yakni:

  • Nyeri perut atau kram perut
  • Perdarahan dari vagina
  • Kontraksi

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko ibu hamil untuk mengalami stillbirth, yakni:

  • Obesitas
  • Hamil di usia lanjut
  • Kebiasaan merokok
  • Mengandung bayi lebih dari satu, misalnya kasus bayi kembar
  • Mengalami komplikasi kehamilan

Ibu hamil perlu mengetahui dan menghindari berbagai faktor risiko yang menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan.

Luka pada serviks

Perdarahan atau flek pada ibu hamil juga bisa terjadi akibat luka pada serviks. Penyebab munculnya luka pada serviks yakni berasal dari hubungan seksual.

Tingkat keparahan luka pada serviks menentukan seberapa sakit ibu hamil akan merasakan nyeri panggul. Beberapa gejala atau tanda lain dari kondisi ini yaitu, memar di area sekitar vagina dan area serviks menjadi lebih lunak dan terasa tidak nyaman.

Plasenta previa

Plasenta previa merupakan kondisi yang terjadi ketika plasenta menutup sebagian atau seluruh serviks. Ini bisa terdeteksi ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan dengan USG di trimester kedua dan ketiga masa kehamilan.

Jika ibu hamil mengalami kondisi keluarnya flek cokelat saat hamil, bahkan sampai terjadi perdarahan yang hebat, maka harus segera dikonsultasikan ke dokter. Dokter biasanya akan menyarankan ibu hamil untuk menghindari aktivitas berat, demi mengistirahatkan panggul.

Plasenta solusio

Kondisi plasenta solusio sering terjadi di trimester kedua dan ketiga masa kehamilan. Ini merupakan kondisi yang terjadi ketika lepasnya plasenta dengan dinding rahim. Kondisi ini bisa menyebabkan perdarahan berat hingga pembekuan darah, dan akibatnya bisa memunculkan sejumlah efek seperti sakit perut, nyeri sekitar uterus, kram perut, dan nyeri punggung.

YesDok menyediakan dokter profesional yang memungkinkan Anda berkonsultasi dari mana saja dan kapan saja. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(Foto: Redbook)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok