Jari Kelingking Jadi Biru Usai Pemilu, Apakah Aman untuk Kesehatan?

Seluruh masyarakat Indonesia tengah merayakan pesta demokrasi yang berlangsung hari ini, Rabu (17/4). Salah satu syarat usai memilih adalah dengan mencelupkan jari kelingking ke tinta berwarna biru keunguan. Banyak yang bertanya, apakah tinta yang mewarnai jari Anda aman untuk kulit?

Mengapa tinta menjadi tanda? Sejauh ini tinta diyakini menjadi bahan yang efektif untuk menandai pemilih, karena  dapat bertahan relatif lama. Paling tidak dalam waktu 24 jam, bekas tinta di jari masih akan tetap terlihat, sehingga dijamin tidak akan ada pemilih yang mencoblos dua kali.

Bahan utama dari tinta adalah perak nitrat, selain ada juga bahan-bahan lain untuk pewarna, pengering dan pengental. Bahan kimia berkode AgNO3 ini sesungguhnya tidak seratus persen aman. Sebab perak nitrat termasuk dalam kategori B3 (Bahan Berbahaya/Beracun) yang dapat membuat iritasi kulit dan dalam jangka panjang bahkan dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Bahkan, dalam jangka waktu panjang, senyawa ini juga bisa memengaruhi sistem syaraf.

Beruntung, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) melakukan pengawasan ketat untuk penggunaan bahan kimia ini pada tinta pemilu. Asalkan dibatasi jumlahnya agar tidak mencapai 4 persen, tinta ini masih aman untuk digunakan.

 

Sebenarnya, pada Pemilu 2004 silam, kadar penggunaan bahan perak nitrat jauh lebih besar dibandingkan dengan saat Pemilu 2009 atau 2014, namun tidak ada kasus munculnya efek samping dari penggunaan tinta pemilu oleh masyarakat.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mencelupkan jari tangan kiri alih-alih jari tangan kanan karena kecenderungan kita untuk makan memakai tangan kanan. Dikhawatirkan, jika kita memegang makanan dengan jari yang masih ada tintanya, akan membuat kandungan tinta yang berbahaya ini mengontaminasi makanan tersebut dan memicu efek kesehatan yang tidak diinginkan. Hanya saja, sebenarnya hingga saat ini juga belum ada kasus keracunan atau efek samping lain yang serius akibat penggunaan tinta pemilu ini.

Pun demikian, jari yang telahh terlumur tinta juga punya kelebihan loh! Jari ungu ini bisa memberikan kita banyak diskon dan promo belanja aneka merchant di mall. Namun, tidak jarang banyak juga orang yang rishi, dan ingin menghapusnya buru-buru. Bagaimana tips menghapus tinta pemilu ini?

Gunakan garam dan air lemon

Campuran garam dan jus lemon adalah 'pembersih' alami. Campuran keduanya biasa digunakan untuk membersihkan noda membandel yang sulit hilang. Celupkan tangan ke dalam campuran tersebut selama beberapa menit, kemudian gosok-gosok sampai tintanya memudar. Jangan lupa bersihkan dengan air dan sabun mandi.

Gunakan Alkohol

Tuang alkohol ke kapas kemudian gosok ke jari bertinta. Gosok sampai tinta benar-benar hilang. Setelah bersih, bersihkan jari dengan air dan sabun mandi. Air dan sabun akan membantu menghilangkan residu alkohol yang masih ada di jari.

Oleskan Lotion

Terkait dengan berbagai tips untuk menghilangkan tinta pemilu menggunakan lotion atau menurutnya memang bisa mempercepat lunturnya tinta tersebut.

Memakai pembersih cat kuku

Pembersih cat kuku atau aseton biasanya cukup ampuh untuk menghilangkan tinta pemilu. Cukup teteskan pembersih cat kuku ini ke kapas dan usapkan ke bagian jari ungu hingga tinta menghilang.

(Foto: Medcom)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
tinta pemilu
kesehatan
iritasi kulit
suara indonesia
tinta pemilu aman kah
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di