0 Poin
Bayi Dalam Kandungan Bisa Mengalami Kelebihan Berat Badan

Bayi Dalam Kandungan Bisa Mengalami Kelebihan Berat Badan

Selama masa kehamilan, berat badan ibu hamil cenderung akan meningkat. Biasanya dokter akan memberitahu bila ibu hamil harus menjaga berat badan tetap ideal selama masa kehamilan. Tapi pernahkah terpikir oleh Anda, jika janin dalam kandungan juga bisa mengalami kelebihan berat badan? 

Kelebihan berat badan pada ibu hamil bisa menyebabkan berbagai komplikasi pada ibu hamil. Adapun komplikasi pada ibu hamil ini berupa preeklampsia, gangguan jantung atau pun perdarahan pasca persalinan. Kelebihan berat pada ibu hamil ternyata juga dapat memengaruhi berat badan janin dalam kandungan. Kondisi kelebihan berat badan pada janin ini dalam dunia medis disebut dengan large for gestational age (LGA) atau makrosomia. 

Berat badan pada janin ini penting untuk dipantau dokter kandungan. Kondisi berlebihan berat badan pada janin ini seharusnya dihindari. Sebab, ukuran janin yang terlalu besar bisa memicu timbulnya berbagai masalah saat proses persalinan meliputi:

  • Proses persalinan normal atau pervaginam yang lama karena bayi yang besar kemungkinan bayi susah keluar.
  • Memicu robeknya perineum atau area antara anus dan vagina. Sehingga setelah proses persalinan akan dilakukan tindakan episiotomi.
  • Bahu bayi bisa tersangkut di jalur lahir atau disebut dengan distosia.
  • Berpotensi melahirkan secara operasi Caesar.
  • Bayi lahir dengan kadar gula darah rendah.
  • Bayi menderita penyakit kuning.
  • Bayi kesulitan bernapas
  • Bayi lahir dengan cacat bawaan.

Kondisi bayi dengan berat badan berlebihan ini bisa dilihat dari gejala yang ditimbulkan. Ibu hamil bisa mengetahuinya dengan cara dua hal yaitu tingginya fundus uteri atau titik tertinggi rahim yang diukur berdasarkan jarak antara pucnak uterus dengan tulang pubis. Dimana jaraknya lebih dari normal yakni 17-23 cm. serta tanda kedua adalah jumlah air ketuban yang berlebihan. 

Namun tenang saja, ibu hamil tidak perlu khawatir. Kelebihan berat badan pada janin ini bisa dicegah. Asalkan ibu hamil dapat menjaga berat badan tetap ideal selama masa kehamilan. Normalnya, IMT atau Indeks Massa Tubuh wanita  antara 18,5-24,9 kenaikan berat badan saat hamil yang disarankan sekitar 11-16 kg. Sedangkan pada wanita dengan berat badan berlebihan dengan IMT diatas 25 dianjurkan agar kenaikan berat badan hanya sebanyak 7-11 kg.

Ibu hamil wajib mengonsumsi makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi. Serta menyempatkan untuk rutin berolahraga yang aman dilakukan oleh ibu hamil. Dan, jangan lupa melakukan pemeriksaan rutin kehamilan agar kesehatan ibu hamil dan janin dapat terpantau.

(Foto: VCU health)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok