0 Poin
Bayi disuntik

Bahayakah Munculnya Benjolan Usai Imunisasi BCG?

Menjaga kesehatan si kecil bukan hanya tugas seorang ibu pada saat masa kehamilan. Tetapi juga saat si kecil telah dilahirkan. Apalagi si kecil yang baru terlahir di dunia masih rentan dan perlu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Salah satu cara untuk melindungi si kecil yang baru lahir hingga minimal berusia dua tahun dari berbagai penyakit adalah dengan memberikan vaksin. Vaksin sangat diwajibkan untuk bayi dan ada beberapa vaksin yang direkomendasikan pula. Saat baru lahir, si kecil akan langsung disuntikkan vaksin hepatitis, lalu setelah 1,5 bulan akan berlanjut pada vaksin BCG. Vaksin BCG biasanya disuntikkan pada tangan dan meninggalkan bekas seperti keloid kecil.

Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette Guerin merupakan upaya pencegahan penyakit TBC (Tuberculosis).Vaksin BCG itu sendiri merupakan kuman TB hidup yang sudah dilemahkan dan diharapkan ini dapat menciptakan antibodi pada tubuh bayi untuk melawan penyakit TBC.

Saat si kecil diberikan vaksin BCG, jangan kaget jika beberapa minggu bahkan beberapa bulan akan muncul benjolan di area yang disuntik. Benjolan yang muncul setelah beberapa bulan suntik BCG adalah hal yang wajar terjadi. Karena benjolan dan nanah adalah rekasi normal dari vaksin BCG.

Reaksi ini disebut rekasi tuberkolin dan benjolan ini menunjukkan bahwa vaksin BCG yang disuntikan berhasil. Benjolan tersebut nantinya akan mengeluarkan nanah dan pecah dengan sendirinya. Biarkan benjolan ini sampai waktunya hilang dengan sendirinya, jangan dipegang terus menerus atau dipencet-pencet. Karena rentan terkena infeksi.

Lalu setelah benjolan pecah dan nanah keluar, maka akan timbul jaringan parut pada kulit. Saat nanah telah muncul, Anda tetap boleh memandikan si kecil dan benjolan tersebut tidak apa-apa jika terkena air sabun.

Selain benjolan yang merupakan reaksi normal dari efek suntik BCG, Anda juga harus mewaspadai beberapa reaksi lain seperti terjadi peradangan yang agak dalam, ada juga pembengkakan di kelenjar limfe area leher atau ketiak. Biasanya hal ini terjadi disebabkan oleh kesalahan pada penyuntikan dan dosis yang terlalu tinggi. 

(Foto: parent24)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok