0 Poin
ibuprofen

WHO: Penggunaan Ibuprofen Aman untuk Pasien Covid-19

Perdebatan mengenai Covid-19 terus bergulir, seiring dengan semakin merebaknya kasus ini di seluruh dunia. Baru-baru ini, terjadi perdebatan apakah ibuprofen aman untuk dikonsumsi oleh orang-orang dengan Covid-19?

Sebelumnya di hari Rabu, (18/3), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar ibuprofen tak dikonsumsi oleh orang-orang dengan Covid-19. Rekomendasi ini dibuat sejalan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Prancis yang sebelumnya memperingatkan efek buruk ibuprofen terhadap Covid-19.

Sebelumnya pada hari Sabtu, (14/3), Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, membuat cuitan di akun Twitternya dengan mengatakan bahwa obat anti-inflamasi seperti ibuprofen dan kortison, bisa menjadi "faktor yang memberatkan" untuk Covid-19. Ia berujar bahwa penggunaan ibuprofen akan memperburuk kondisi pasien dengan Covid-19.

"Jika And demam, minumlah parasetamol. Jika Anda sudah menggunakan obat anti-inflamasi sebelumnya dan memiliki keraguan, cobalah untuk meminta saran dengan dokter Anda," tulis Olivier lagi dalam cuitan Twitter-nya.

WHO mengatakan mereka terus mencari laporan dan penelitian yang mendukung pernyataan dari Menteri Kesehatan Prancis itu. Untuk sementara, WHO menyarankan agar masyarakat hanya menggunakan parasetamol dibandingkan ibuprofen.

Namun, WHO telah mengonfirmasi hal ini dalam sebuah tweet pada Kamis, (19/3), yang menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya data atau penelitian yang sudah dipublikasikan untuk mendukung pernyataan tersebut.

"Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, WHO tidak merekomendasikan pelarangan penggunaan ibuprofen," tulis WHO dalam cuitannya.

"Kami juga telah berkonsultasi dengan dokter yang merawat pasien Covid-19 dan tidak terlihat adanya laporan efek negatif dari ibuprofen, di luar efek samping yang biasa diketahui yang membatasi penggunaannya pada populasi tertentu," tutup WHO dalam cuitannya.

Sementara, diketahui efek samping umum untuk pemakaian ibuprofen yakni kembung, pusing, mual, muntah dan diare.

(Foto: cnn.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok