0 Poin
Nyeri jantung

Waspada Serangan Jantung Dapat Menyerupai Sakit Maag

Kebanyakan orang menganggap sakit maag adalah penyakit yang ringan, namun tahukah anda bahwa nyeri karena serangan jantung juga dapat menyerupai nyeri karena sakit maag?

Tanpa adanya pemeriksaan yang tepat dan peralatan yang memadai, kedua tipe nyeri ini sulit untuk dibedakan dan dapat berakibat fatal bilamana seseorang terkena serangan jantung namun salah disalahartikan sebagai sakit maag.

Nyeri karena serangan jantung atau angina pektoris, biasanya berlangsung lebih dari 20 menit, berlokasi di tengah dada menjalar ke rahang, punggung, atau lengan kiri. Pasien sering menggambarkannya seperti tertekan benda berat atau sesak nafas, biasanya disertai gejala lain seperti keringat dingin, mual dan muntah. Ada kalanya rasa nyeri dirasakan di daerah ulu hati sehingga sering disalahartikan sebagai nyeri karena maag.

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Resiko menderita serangan jantung semakin meningkat dengan adanya penyakit diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang olahraga, dan riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner pada usia muda.

Serangan jantung dan sakit maag penanganannya jelas berbeda. Serangan jantung yang diakibatkan oleh sumbatan total atau hampir total dari arteri koroner membutuhkan penanganan sedini mungkin. 

Kecepatan penanganan merupakan kunci utama bagi kesembuhan pasien sehingga dikenal istilah “golden period”, yakni penanganan yang harus dilakukan sedini mungkin dalam waktu kurang dari 12 jam. Otot jantung yang tidak mendapat aliran darah selama 12 jam akan rusak secara permanen sehingga fungsi jantung akan menurun.

Jika seseorang mengalami nyeri dada dan dicurigai mendapat serangan jantung, tindakan yang harus dilakukan adalah segera mencari pertolongan medis, telepon ambulans atau meminta pertolongan orang lain untuk mengantar ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat dan jangan mengendarai kendaraan sendiri.

Serangan jantung dapat dicegah dengan mengurangi faktor-faktor risiko berikut, yaitu diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok dan kurang olahraga. Semakin banyak seseorang memiliki faktor risiko tersebut, semakin tinggi kemungkinannya terkena penyakit jantung koroner.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok