0 Poin

Waspada Bahaya Komplikasi Migrain

Sakit Kepala merupakan keluhan yang sering dirasakan setiap orang, keluhannya pun bermacam-macam ada dengan intensitas sedang sampai berat. Salah satu bentuk sakit kepala yang sering dijumpai adalah Migrain atau sakit kepala sebelah, saat ini penderita migrain saat ini mungkin perlu lebih khawatir karena mereka tidak hanya mengatasi rasa sakit kepala tetapi harus waspada adanya komplikasi yang disebabkan oleh migrain.

Dalam penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa pasien migrain juga dapat menghadapi peningkatan risiko serangan jantung, stroke, pembekuan darah dan denyut jantung yang tidak teratur. “Risiko terhadap kesehatan jantung tampaknya menjadi factor resiko paling kuat di tahun pertama setelah diagnosis migrain, namun akan terus berlanjut selama dua dekade,” kata pemimpin peneliti sekaligus postdoctoral epidemiologi klinis di Aarhus University Hospital di Denmark, Dr. Kasper Adelborg seperti yang dilansir laman WebMD.

Ia mengatakan akan terus mengumpulkan bukti yang mendukung bahwa migrain harus dianggap sebagai faktor risiko penting bagi kebanyakan penyakit kardiovaskular pada pria dan wanita. Dr Kasper juga melanjutkan bahwa dalam penelitiannya migrain telah mempengaruhi sekitar 15 persen orang, terutama wanita, dan merupakan penyebab utama kedua dalam kecacatan di tahun 2016. Penelitian tersebut turut membuka data bahwa orang dengan migrain 1,6 kali lebih mungkin terserang penggumpalan darah, dan 1,3 kali lebih berisiko mengalami fibrilasi atrial.

Ada pula kaitan antara migrain dengan beberapa masalah kardiovaskular yang lebih kuat di tubuh wanita daripada pria. Dr Kasper melanjutkan bahwa dalam skema yang luas, peningkatan risiko migrain harus ditangani dengan serius. "Meskipun risiko absolut penyakit kardiovaskular rendah pada tingkat individu, ini berarti peningkatan risiko yang substansial di tingkat populasi, karena migrain adalah penyakit yang sangat umum," ucapnya.

Para peneliti tidak dapat mengatakan dengan pasti mengapa migrain dapat menimbulkan ancaman potensial terhadap kesehatan jantung, namun mereka memiliki beberapa teori. “Misalnya, arteri serebral terkadang tiba-tiba menyempit saat migrain, yang bisa meningkatkan risiko stroke. Orang yang menderita migrain juga sering berbaring dalam waktu lama, yang bisa membuat pembekuan darah lebih mungkin terjadi,” papar dr Kasper.

Sementara itu Kardiolog Mayo Clinic, Dr. Gerald Fletcher mencurigai jika migrain dan masalah jantung keduanya memiliki setidaknya satu faktor risiko serius yang sama. "Saya pikir mungkin yang biasa dan memiliki hubungan adalah resiko tekanan darah tinggi,” ungkap dr. Gerald. Ia juga menyarankan agar pasien migrain yang ingin mengurangi risiko stroke harus mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah untuk menurunkan tekanan darah mereka, termasuk berolahraga secara teratur dan makan makanan yang sehat.

“Dokter juga dapat mempertimbangkan untuk merevisi pedoman pengobatan migrain, yang sekarang tidak merekomendasikan penggunaan aspirin atau obat pengencer darah lainnya untuk membantu mencegah migrain,” tambah dr Kasper.

Foto : medicalnewstoday.com

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di