0 Poin
mutasi virus corona

Vaksinasi Covid-19 Menciptakan Varian Baru Virus, Benarkah?

Virus corona belum juga berakhir namun varian baru dari virus ini telah menyebar di beberapa negara. Baru-baru ini beredar video yang mengklaim bahwa vaksinasi menyebabkan terciptanya varian baru Covid-19. Disebutkan pula varian baru Covid-19 terbentuk untuk menghindari antibodi yang diciptakan oleh vaksinasi global.

Dalam video tersebut memperlihatkan ahli virologi Prancis Luc Montagnier mengatakan dalam bahasa Prancis varian virus corona adalah produk dan hasil dari vaksinasi. Ia juga menyebutkan bahwa kurva kematian mengikuti kurva vaksinasi.

Namun faktanya bukanlah demikian. Apa yang disampaikan adalah keliru. Dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19, Dr. Stanley Perlman, profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Iowa menjelaskan bahwa varian baru COVID-19 terjadi karena adanya mutasi, dan  mutasi tidak disebabkan oleh adanya imunisasi atau vaksinasi.

Hal senada pun disampaikan oleh pakar medis di Meedan's Health Desk. Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti vaksin menyebabkan varian baru Covid-19. Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular dan menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk tertular dan menularkan varian virus Covid-19.

Tidak ada bukti vaksin menyebabkan varian baru COVID-19. Ketika seseorang divaksinasi, mereka cenderung tidak tertular dan menularkan virus, dan karena itu lebih kecil kemungkinannya untuk tertular dan menularkan varian virus COVID-19.

Diketahui varian Covid-19 B.1.617 yang berasal dari India merupakan hasil mutasi ganda E484Q dan L452R.  Mutasi virus E484Q mirip dengan E484K yang terdapat di Afrika Selatan B.1.353 dan P1 varian Brasil. Sementara L452R ditemukan dalam varian virus California B.1.429 yang terdeteksi sama dengan varian di Jerman.

Di Indonesia sendiri sudah masuk varian baru yang berasal India. Virus ini dianggap lebih berbahaya karena lebih menular dan dapat menyebar lebih cepat. Namun jangan khawatir karena sejauh ini mereka yang terinfeksi virus varian baru dapat sembuh dengan isolasi mandiri.

(Foto: Universitas Airlangga)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok