0 Poin
Saluran kemih

Tata laksana Penyempitan Saluran Kemih

Penyempitan saluran kemih bagian bawah (striktur uretra) biasanya ditemukan pada pria yang dapat diakibatkan oleh berbagai macam keadaan dan kondisi. Pada umumnya jaringan parut dapat terbentuk di bagian dalam saluran kemih bagian bawah (uretra) yang dapat mempersempit saluran tersebut.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan penyempitan saluran kemih bagian bawah seperti diantaranya prosedur medis yang melibatkan memasukkan alat (sistoskopi) ke dalam uretra, penggunaan kateter intermiten atau jangka panjang yang dimasukkan melalui uretra untuk mengalirkan urin dari kandung kemih, trauma atau cedera pada uretra atau panggul, pembesaran prostat atau operasi sebelumnya untuk mengangkat atau mengurangi pembesaran kelenjar prostat, kanker uretra atau prostat, infeksi seksual menular dan terapi radiasi.

Gejala yang timbul dan dikeluhkan pasien dalam kondisi ini bervariasi, mulai dari aliran urin berkurang, pengosongan kandung kemih yang tidak maksimal, aliran urin bercabang, mengejan atau sakit saat buang air kecil, meningkatnya keinginan untuk buang air kecil atau lebih sering buang air kecil dan adanya infeksi saluran kemih.

Pelayanan Urologi dapat melakukan operasi striktur uretra yang beragam, baik dengan cara minimal invasif dan secara terbuka.

Terapi minimal invasif berupa meneropong saluran kemih dan memperlebar saluran yang dinilai sempit sehingga aliran urin lebih lancar. Tindakan ini biasanya dilakukan pada penyakit striktur uretra pada temuan pertama, penyempitan yang pendek (< 1 cm) dan jaringan parut yang minimal. 

Disisi lain, terapi operasi terbuka (uretroplasti) dapat dilakukan pada kasus-kasus dengan riwayat trauma dan striktur uretra yang lebih kompleks (> 1 cm dan jaringan parut yang luas). 

Tindakan ini dilakukan dengan memotong saluran kemih yang menyempit dan menyambungkan kembali kedua tepi uretra yang sehat.

Dokter Spesialis Urologi di RSUI, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU menyebutkan bahwa proses penyembuhan pasca operasi ini tidak memerlukan waktu yang lama.

“Operasi dilakukan sekitar 1-3 jam (pada minimal invasif akan lebih cepat) dan pasien akan dipasang kateter pasca operasi, lalu pasien dapat rawat jalan setelah 1 hari pasca operasi minimal invasif dan 2-3 hari setelah operasi terbuka. Meski proses penyembuhan tidak memerlukan waktu yang lama, pasien perlu menghindari kegiatan berat selama 30 hari” ungkapnya. 

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok