Sering Nyeri Punggung? Jangan Biarkan 2 Penyakit Ini Mengintai Anda!

Nyeri punggung rupanya tidak hanya dialami oleh para lanjut usia (lansia), saat ini juga rupanya ditemukan dua penyakit punggung yang mengintai remaja dan dewasa tingkat awal. Salah satunya adalah, Psoriatic Arthritis (PsA).

PsA adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel dan jaringan yang sehat. Respon imun yang abnormal akan menyebabkan peradangan pada persendian serta kelebihan produksi sel-sel kulit.

Diketahui sekira 1,3-34,7 persen penderita Psoriasis mengalami radang sendi kronis yang mengarah pada deformasi sendi dan kecacatan. Selain PsA, ada penyakit serupa bernama Ankylosing Spondylitis (AS).

Perbedaannya, AS adalah gangguan peradangan kronis yang melibatkan sendi sakroiliaka dan tulang belakang. Hal ini terkait dengan gejala klinis yang berkaitan dengan persendian maupun diluar persendian, termasuk radang sendi perifer, peradangan entesis, peradangan pada mata (uveitis anterior), psoriasis, dan penyakit peradangan usus. Prevalensi AS di Asia Tenggara adalah 0,2%

Dikutip dari siaran pers yang diterima YesDok, spesialis penyakit dalam dan konsultan reumatologi, DR dr Rudy Hidayat, SpPD-KR mengatakan, pasien AS maupun PsA terkait secara genetik dan klinis, karena keduanya adalah penyakit Reumatik Inflamasi (Inflammatory Rheumatic) yang terkait dengan gen HLA-B27, yaitu gen kuat yang meningkatkan risiko beberapa penyakit reumatik.

“Gen ini tidak menyebabkan penyakit, tetapi bisa membuat orang lebih rentan terkena dan menderita AS dan PsA. Kebanyakan pasien penderita AS dan PsA tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Mereka baru mengetahuinya setelah merasakan peradangan dan rasa sakit yang terus-menerus dan tidak tertahankan lagi hingga menyebabkan gangguan fungsi gerak tubuh. Deteksi dini dan pananganan yang tepat sangat berperan penting dalam memperbaiki gejala (terutama rasa nyeri), fungsi anggota gerak dan kualitas hidup pasien,” terangnya.

Pasien dengan AS biasanya mengalami gejala seperti rematik biasa, adanya peradangan, rasa sakit, dan kekakuan di bagian tulang belakang serta sendi lain, seperti bahu, pinggul, tulang rusuk, atau tumit terutama terjadi di pagi hari. Sementara itu, pasien dengan PsA, umumnya menunjukkan gejala yang mirip tetapi biasanya disertai dengan psoriasis pada kulit, walaupun bisa juga terjadi tanpa artritis.

Ia menjelaskan, pria memiliki peluang 3 kali lebih tinggi untuk menderita AS dibandingkan wanita.[4] Penyakit ini bisa terjadi di segala usia, tapi umumnya mulai berkembang pada masa remaja atau dewasa awal (sekitar usia 20 tahunan). Hanya 5% mengalami gejala setelah umur 45 tahun.

Beberapa alternatif penangkalan yang tersedia saat ini, baik untuk AS maupun PsA, lebih banyak bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada postur tubuh, mencegah kecacatan, meningkatkan kemampuan pasien untuk kembali beraktivitas secara normal, dan mengurangi serta menekan rasa sakit dan peradangan.

“Saat ini, jenis pengobatan yang banyak digunakan untuk menangani, baik penyakit AS maupun PsA diantaranya adalah obat-obatan non-steroid anti-inflamasi (NSAID), obat anti-reumatik (DMARDs) dan yang terbaru adalah agen biologik. Tersedianya Secukinumab sebagai salah satu pilihan terapi agen biologik, diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan pengobatan pasien AS dan PsA di Indonesia agar bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik,” papar DR. dr. Rudy.

Selain menggunakan obat untuk mengurangi serta menekan rasa sakit dan peradangan, pasien penderita AS dan PsA juga dapat melakukan terapi fisik.

“Terapi ini berperan penting dalam perawatan, karena dapat membantu menghilangkan rasa sakit hingga peningkatan kekuatan dan fleksibilitas. Pasien AS dan PsA dapat melakukan latihan rentang gerak dan peregangan untuk membantu menjaga kelenturan sendi, serta mempertahankan postur tubuh yang baik. Posisi tidur dan berjalan yang tepat serta olah raga perut dan punggung dapat membantu menjaga postur tubuh tegak,” ucap tukasnya.

sumber foto: WebMD

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di