0 Poin
Ilustrasi obat anti alergi

Peneliti Temukan Obat Anti Alergi untuk Lawan Gejala Long COVID

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal for Nurse Practitioners, para peneliti mengatakan bahwa obat anti alergi, antihistamin dapat memberikan bantuan bagi orang-orang yang berjuang dengan efek jangka panjang dari infeksi COVID-19.

Untuk penelitian ini, penulis berfokus pada kasus dua wanita paruh baya yang terinfeksi SARS-CoV-2 selama tahun pertama krisis kesehatan global dan terus berjuang melawan gejala lama setelah infeksi mereka mereda.

Setelah serangan awal mereka dengan penyakit, kedua pasien mengembangkan berbagai gejala yang tersisa, termasuk kelelahan, kabut otak dan kurangnya daya tahan selama berolahraga. 

Salah satunya juga mengembangkan "covid toes", atau perubahan warna dan nyeri pada jari kaki dan jari tangan pasca-COVID.

Kedua wanita tersebut memiliki riwayat alergi, sehingga terkadang mereka menggunakan antihistamin untuk mengatasi reaksi alergi mereka. Menariknya, obat tersebut mampu membantu meringankan gejala COVID yang lama.

Salah satu wanita yang memiliki alergi susu secara tidak sengaja mengkonsumsi sepotong keju satu kali. Setelah meminum antihistamin yang dijual bebas untuk mengobati reaksinya, dia mengalami “kelegaan yang cukup besar” karena kelelahan dan gangguan kognitifnya juga membaik.

Gejala COVID yang lama muncul kembali tiga hari setelah dia berhenti minum obat. Dia akhirnya beralih ke obat anti-alergi yang berbeda dan menggunakannya untuk melawan gejala long COVID. 

Pasien lain juga melakukan hal yang sama, dan keduanya hampir sembuh total setelah rutin mengkonsumsi antihistamin.

Melissa Pinto, profesor keperawatan di University of California, Irvine dan salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan pasien menjadi putus asa saat berjuang melawan gejala yang tersisa.

Karena tidak ada obat untuk COVID yang lama saat ini, para ahli medis hanya membantu pasien dengan manajemen gejala. Para ahli telah mempelajari beberapa pilihan pengobatan, dan salah satunya melibatkan penggunaan antihistamin.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok