0 Poin

Patah Hati Bisa Bawa Efek Buruk pada Tubuh

Patah hati merupakan salah satu bagian paling menyakitkan dalam hidup seseorang. Ketika Anda jatuh cinta, itu berarti Anda juga harus siap patah hati. Entah itu karena cinta yang tak terbalaskan, atau sesuatu berjalan tidak sesuai dengan ekspektasi Anda.

Patah hati memang sangat menyakitkan, tapi tahukah Anda bahwa patah hati bisa mendatangkan efek pada kesehatan fisik dan mental Anda?

Saat Anda patah hati, ini akan memberikan reaksi pada tubuh Anda, baik secara fisik, emosional maupun mental. Setiap orang, akan mengalami reaksi tubuh yang berbeda akibat patah hati. Bahkan dalam beberapa kasus, patah hati dapat menjadi penyebab utama masalah depresi berat dan bahkan memicu seseorang untuk bunuh diri. Mengonsultasikan kondisi mental akibat patah hati pada profesional ahlinya sangat disarankan.

Berikut ini merupakan beberapa reaksi tubuh yang akan terjadi saat Anda patah hati:

Sistem kekebalan tubuh melemah

Patah hati dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan mematikan bagian-bagian tertentu yang berfungsi untuk memerangi mikroba penyebab penyakit. Patah hati bisa menyebabkan pelepasan hormon stres yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan merugikan beberapa fungsi tubuh Anda. Pada akhirnya, Anda akan menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Gangguan mental

Patah hati yang Anda alami akan diartikan sebagai stres oleh tubuh karena tubuh tidak dapat menemukan penyebab pasti dari apa yang Anda alami. Saat patah hati, tubuh akan memberikan reaksi yang sama seperti saat nyawa terancam. Patah hati dapat memicu gangguan kecemasan yang kronis dan jika terus dibiarkan, bisa memicu depresi. Jadi, jangan pernah sepelekan patah hati, ya!

Meningkatnya rasa lapar dan sulit tidur

Saat putus cinta, tubuh cenderung melepaskan hormon stres yang disebut kortisol. Hormon kortisol memainkan peran untuk mengalihkan darah dari sistem pencernaan Anda.

Kondisi ini dapat memicu masalah seperti sindrom iritasi usus yang akan membuat Anda makan secara berlebih atau bahkan kehilangan nafsu makan. Tak hanya gangguan makan, bahkan patah hati pun bisa menyebabkan gangguan tidur. Insomnia dan hipersomnia merupakan kondisi umum yang banyak dialami oleh orang-orang yang baru patah hati. Kedua gangguan tidur ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti berkurangnya energi, stres, depresi dan masih banyak lagi.

(Foto: thoughtcatalog.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok