0 Poin
ilustrasi diabetes

Pasien Long COVID-19 Berisiko Lebih Besar Terkena Diabetes Tipe 2

Orang yang terinfeksi long COVID-19 memiliki risiko lebih besar terkena diabetes tipe 2, dibanding mereka yang tidak tertular virus corona baru, kata para peneliti dalam sebuah studi baru.

Ini adalah jenis penyakit yang terjadi ketika ada gangguan dalam cara tubuh mengatur dan menggunakan glukosa sebagai bahan bakar, sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

Menurut Mayo Clinic, pada diabetes tipe 2, pankreas gagal menghasilkan cukup insulin, hormon yang mengatur pergerakan glukosa ke dalam sel. Sel-sel dalam tubuh juga merespons insulin dengan buruk, menyebabkan mereka mengambil lebih sedikit glukosa.

Kondisi ini dapat mempengaruhi sistem peredaran darah, saraf dan kekebalan tubuh. Namun, makan dengan benar, berolahraga, dan mengelola kondisi melalui pengobatan dan terapi insulin membantu orang hidup dengan penyakit ini.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Lancet Diabetes and Endocrinology menyajikan bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan long COVID juga cenderung mengembangkan diabetes tipe 2.

Menurut para peneliti, diabetes adalah salah satu kondisi yang dialami pasien COVID dalam waktu lama sebagai bagian dari gejala sisa. Penyakit ini mulai bermanifestasi dalam waktu satu tahun setelah timbulnya infeksi virus.

Para peneliti memeriksa data dari lebih dari 181.000 pasien Departemen Urusan Veteran yang didiagnosis COVID-19 dari 1 Maret 2020 hingga 30 September 2021. 

Mereka membandingkan catatan mereka dengan informasi dari lebih dari 4,1 juta pasien yang tidak terinfeksi selama periode tersebut. periode yang sama dan 4,28 juta pasien lainnya yang menerima perawatan medis dari fasilitas tersebut pada 2018 dan 2019.

Setelah menganalisis data, tim menemukan bahwa pasien COVID-19 46% lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2 untuk pertama kalinya setelah serangan mereka dengan SARS-CoV-2. 

Peningkatan risiko terjadi pada mereka yang memiliki kasus ringan atau tanpa gejala, dan meningkat pada mereka yang memiliki COVID berat.

Studi ini mampu mengidentifikasi hubungan yang kuat antara COVID-19 dan diabetes tipe 2, tetapi tidak membuktikan hubungan sebab-akibat antara keduanya.

Para peneliti mengindikasikan bahwa dengan melaporkan peningkatan risiko kejadian diabetes pada pasien long COVID, mereka mendorong komunitas medis untuk juga memperhatikan identifikasi dan manajemen diabetes ketika menangani pasien dengan COVID-19.

“Untuk masyarakat luas, jika Anda menderita COVID-19, Anda perlu memperhatikan gula darah Anda,” kata kepala penelitian dan pengembangan Sistem Perawatan Kesehatan VA St. Louis, Ziyad Al-Aly.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok