0 Poin
ilustrasi kesuburan

Paparan COVID-19 Bisa Ganggu Kesuburan Pria

Sebuah studi baru yang didanai oleh National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa kesuburan pria dapat dipengaruhi secara negatif oleh infeksi COVID-19.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology melaporkan bahwa virus tersebut dapat mengganggu kesuburan pria hingga 60 hari.

Untuk penelitian ini, tim memantau lebih dari 2.100 wanita dan beberapa pasangan mereka di AS dan Kanada selama sekitar satu tahun. 

Mereka melacak orang yang divaksinasi dan mereka yang dites positif virus corona baru selama penelitian, yang berakhir pada November 2021.

Para peneliti menemukan pria yang terpapar COVID-19 tidak dapat membantu pasangannya hamil dalam waktu 60 hari dari siklus menstruasi yang terakhir.

Meskipun penelitian tidak menentukan apa yang secara spesifik menyebabkan fenomena ini, ada alasan untuk percaya bahwa infeksi mempengaruhi produksi sperma pada pria. 

Salah satu gejala COVID-19 adalah demam, dan demam diketahui mengurangi jumlah dan motilitas sperma, menurut NIH.

“Produksi sperma umumnya membutuhkan suhu tubuh normal,” kata direktur fertilitas pria dan bedah mikro Lenox Hill Hospital di New York City, Dr. Boback Berookhim.

Para peneliti dari Boston University School of Public Health (BUSPH) mengatakan bahwa temuan mereka dapat diperbaiki atau dihindari melalui vaksinasi.

“Banyak individu usia reproduksi telah menyebutkan kekhawatiran tentang kesuburan sebagai alasan untuk tetap tidak divaksinasi,” ujar asisten profesor peneliti BUSPH epidemiologi dan penulis utama studi Dr. Amelia Wesselink..

Dia melanjutkan, “Studi kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa vaksinasi COVID-19 pada salah satu pasangan tidak terkait dengan kesuburan di antara pasangan yang mencoba untuk hamil melalui hubungan seksual. Waktu hingga kehamilan sangat mirip terlepas dari status vaksinasi.”

Wesselink mencatat bahwa mereka tidak menemukan efek jangka panjang dari COVID pada kesuburan pria dan wanita. 

Namun, untuk wanita menjadi hamil mungkin memakan waktu lebih lama setelah sang pria dinyatakan positif terkena virus.

Studi sebelumnya berfokus pada bagaimana vaksinasi COVID-19 memengaruhi siklus menstruasi wanita. Tim di balik penelitian menemukan bahwa hanya ada perubahan kecil dan sementara dalam siklus mereka yang terkena SARS-CoV-2.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok