0 Poin
olahraga mencegah covid-19

Olahraga Rutin jadi Salah Satu Cara Ampuh Mencegah Gejala Parah COVID-19

Jika Anda bertanya, apakah ada cara ampuh untuk melindungi diri dari gejala COVID-19 yang parah? Salah satu cara yang telah terbukti adalah dengan mulai berolahraga.

Banyak bukti ilmiah menemukan bahwa aktivitas fisik dapat menurunkan risiko sakit parah akibat COVID. CDC melaporkan bahwa "aktivitas fisik dikaitkan dengan penurunan rawat inap dan kematian akibat COVID-19, sementara ketidakaktifan meningkatkan risiko itu." 

Penelitian lain mengaitkan aktivitas fisik teratur dengan risiko infeksi, rawat inap, dan kematian akibat COVID yang lebih rendah.

Sementara studi terbaru dari Kaiser Permanente, menunjukkan bahwa olahraga dalam jumlah berapa pun dapat mengurangi risiko COVID yang parah atau fatal bahkan di antara pasien berisiko tinggi seperti mereka yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

"Kami menemukan bahwa setiap tingkat aktivitas fisik memberikan beberapa tingkat perlindungan," kata penulis studi utama Deborah Rohm Young, PhD, direktur Divisi Penelitian Perilaku untuk Departemen Penelitian dan Evaluasi Kaiser Southern California. "Bahkan jalan kaki 10 menit per minggu dikaitkan dengan hasil COVID-19 yang lebih baik."

Hasil terbaik terlihat di antara mereka yang berolahraga 150 menit seminggu setidaknya jalan cepat, atau 30 menit olahraga dalam 5 hari selama seminggu. 

Semakin Banyak Aktivitas Fisik Sebelum Infeksi, Semakin Baik

Dalam studi terkait, para peneliti melihat catatan kesehatan untuk 194.191 pasien dewasa yang dinyatakan positif COVID-19 antara Januari 2020 dan Mei 2021.

Tingkat aktivitas pasien dinilai menggunakan sistem laporan diri yang telah digunakan Kaiser sejak 2009. Semakin aktif seorang pasien, semakin baik hasilnya, para peneliti menemukan. Demikian pula, pasien yang kurang aktif melihat hasil yang lebih buruk.

Dalam kesenjangan yang paling dramatis, mereka yang secara konsisten tidak aktif (kurang dari 10 menit aktivitas per minggu) sebelum terkena COVID-19 memiliki kemungkinan 91% lebih besar untuk dirawat di rumah sakit, dan 291% lebih mungkin meninggal akibat penyakit tersebut, daripada pasien aktif.

Seperti semua studi, yang satu ini memiliki keterbatasan. Karena itu terjadi sebelum vaksinasi lebih mudah didapat, peneliti tidak dapat menilai apakah aktivitas fisik meningkatkan hasil di antara yang divaksinasi. Penelitian tersebut juga tidak melihat dampak olahraga pada mereka yang berulang kali terinfeksi COVID-19. 

Namun, penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang tidak aktif harus meningkatkan aktivitas mereka untuk membantu menangkal COVID-19 yang parah.

olahraga mencegah covid-19? Berikut penjelasannya. YesDok menyediakan dokter profesional yang memungkinkan Anda berkonsultasi dari mana saja dan kapan saja. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(foto: shyft)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok