0 Poin

Makan Roti Bisa Bikin Migrain?

Orang yang mengalami migrain biasanya melaporkan sakit kepala yang amat sangat. Tetapi dalam beberapa kasus, itu mungkin juga melibatkan mual, muntah, sensitivitas cahaya dan pusing.

Sejumlah faktor telah dikaitkan dengan migrain. Ini dapat terjadi karena faktor lingkungan, hormon, gen dan konsumsi makanan tertentu.

Tetapi salah satu alasan mengejutkan mengapa orang mengalami sakit kepala yang ekstrem adalah karena makan roti. Itu karena kehadiran gluten, protein yang biasa ditemukan dalam gandum.

Ada beberapa cara roti memicu migrain. Gluten dalam roti bisa berakibat buruk bagi penderita penyakit celiac, gangguan pencernaan yang disebabkan oleh alergi terhadap protein.

Pada orang dengan penyakit seliaka, sistem kekebalan melepaskan antibodi yang disebut serum transglutaminase (TG) 2 untuk menyerang protein. Ini juga merusak jaringan sehat dan menyebabkan reaksi peradangan yang membahayakan organ-organ sehat lainnya, termasuk otak, menurut Lauren Green, asisten profesor profesor neurologi di University of Southern California.

Gluten juga bisa menyebabkan migrain pada orang tanpa penyakit celiac. Sakit kepala terjadi ketika protein mengetuk jalur trigeminovaskular (TVP).

TVP termasuk saraf yang mengontrol sensasi di wajah, menggigit dan mengunyah. Ketika gluten mengaktifkan saraf-saraf ini, TVP dapat menghasilkan lebih banyak protein yang disebut peptida terkait gen kalsitonin (CGRP), yang telah dikaitkan dengan migrain.

CGRP menyebabkan pelebaran pembuluh darah di meninges di sekitar otak. Pelebaran ini kemudian menyebabkan air dan protein bocor di lapisan otak sekitarnya, yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi.

"Pembengkakan mengaktifkan saraf trigeminal yang menyampaikan pesan ke daerah lain di otak, termasuk thalamus yang menciptakan persepsi rasa sakit yang terkait dengan migrain," kata Green dalam sebuah artikel yang diposting di The Conversation.

Migrain dapat mulai dalam 15 menit setelah terpapar gluten. Sebenarnya Anda tetap bisa mendapatkan manfaat dari roti dengan memilih roti yang tidak memiliki gluten.

Ini dapat membantu mengurangi risiko respons peradangan yang secara negatif memengaruhi saraf dan memicu rasa sakit. Namun, dia mencatat orang-orang yang tidak sensitif terhadap gluten harus mencoba bereksperimen diet sebelum sepenuhnya menghilangkan protein.

(Foto: Medscape)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok