0 Poin
Kenali Penyebab Impaksi Gigi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Kenali Penyebab Impaksi Gigi, Gejala dan Cara Mengatasinya

Banyak masalah kesehatan gigi yang dapat dialami oleh siapapun. Salah satunya adalah impaksi gigi atau kondisi saat gigi gagal untuk tumbuh sepenuhnya atau menembus dari gusi. Dengan artian, gigi yang tidak dapat keluar sepenuhnya atau tumbuh miring. Lalu apakah penyebab sebenarnya dari impaksi gigi?

Normalnya, orang dewasa memiliki 32 gigi termasuk 4 gigi bungsu. Gigi geraham bungsu atau gigi geraham ketiga biasanya tumbuh saat seseorang berusia 17-20 tahun. Kebanyakan orang, gigi bungsunya tumbuh yang tidak normal. Biasanya terjebak di bawah gusi atau hanya sebagian permukaan gigi yang mampu menembus gusi. Impaksi gigi terjadi akibat gigi tumbuh berdempetan atau kurangnya ruang di tulang. Geraham ketiga atau gigi bungsu khususnya di rahang bawah adalah yang terakhir keluar dan lebih mungkin tumbuh miring. Hal ini karena berjejal dan sulit dibersihkan, kerusakan pada gigi yang berdekatan, serta penyakit gusi yang sering terjadi. 

Impaksi gigi memang cukup sering terjadi namun terkadang tidak menyebabkan rasa sakit. Penyebab impaksi sendiri cukup beragam, meliputi rahang yang terlalu kecil sehingga tidak ada cukup ruang untuk gigi tumbuh. Gigi menjadi bengkok atau miring saat ingin tumbuh. Impaksi juga bisa terjadi akibat pertumbuhan gigi yang tidak beraturan sehingga menghalangi gigi bungsu.

Jika impaksi gigi tidak diatasi maka dipercaya memiliki efek domino. Dimana efeknya bisa mengganggu gigi sekitar disebelahnya. Jadi, gigi tumbuh tidak beraturan dan mengalami masalah mengunyah. Selain itu, impaksi gigi juga bisa menyebabkan sisa makanan tersangkut. Hal ini dapat membuat bakteri mudah masuk dan menyebabkan nyeri serta bengkak pada gusi, Biasanya jika posisi gigi terpendam akan sulit dibersihkan saat menyikat gigi.

Adapun gejala impaksi gigi ini adalah gigi hanya muncul sedikit di permukaan gusi. Timbul nyeri pada rahang, sakit kepala berkepanjangan, gusi bengkak, kesulitan membuka mulut, kelenjar leher membengkak dan sakit ketika menggigit. Selama tidak menimbulkan keluhan, impaksi gigi tidak memerlukan penanganan khusus. Namun bila keluhan muncul dan mengganggu, sebaiknya periksakan ke dokter gigi agar tidak terinfeksi dan menimbulkan komplikasi.

(Foto: mirror)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok