0 Poin
Bahaya Menahan Kentut

Jangan Anggap Enteng, Ini Bahaya Menahan Kentut!

Mungkin, kita semua pernah menahan kentut, terutama jika sedang berada di tempat umum atau di tengah banyak orang. Dalam beberapa situasi, menahan kentut memang diperlukan, tapi, apa bahaya menahan kentut jika terlalu sering dilakukan?

Saat ingin kentut, kita merasakan adanya dorongan gas yang kuat. Saat sedang sendirian atau saat sedang di rumah, mungkin kita akan dengan leluasa mengeluarkan kentut, tetapi dalam beberapa kesempatan, kita jadi harus menahan kentut yang semestinya dikeluarkan. Ini bisa saja menimbulkan ketidaknyamanan, tapi, apakah menahan kentut berbahaya untuk dilakukan?

Umumnya, menahan kentut tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Meski begitu, Anda tetap tidak disarankan untuk melakukannya apalagi jika terlalu sering. Ada beberapa dampak buruk atau bahaya menahan kentut, seperti:

Meningkatkan risiko divertikulitis

Terlalu sering menahan kentut bisa meningkatkan risiko divertikulitis, yakni kondisi peradangan atau pembengkakan pada kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, dan bisa berkembang menjadi infeksi. Saat kondisi ini terjadi, Anda mungkin akan mengalami sejumlah gejala seperti:

  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Mual
  • Muntah

Kembung

Saat gas terjebak di dalam usus, ini akan menyebabkan perut menjadi buncit. Kondisi ini biasa disebut dengan kembung atau perut kembung. Bahaya menahan kentut salah satunya adalah bisa membuat Anda mengalami kembung. Kembung bisa membuat Anda merasa tidak nyaman, selain itu, perut buncit akibat kembung sering kali juga membuat seseorang merasa kurang percaya diri.

Sakit perut

Terlalu sering menahan kentut bisa memengaruhi kesehatan usus. Saat Anda menahan kentut, terjadi peningkatan tekanan pada usus, dan ini bisa terasa menyakitkan. Rasa sakit yang ditimbulkan akibat menahan kentut berkisar antara nyeri ringan hingga nyeri yang menusuk dan tajam.

Menyebabkan serdawa

Saat Anda menahan kentut, tak jarang Anda merasa rasa ingin kentut menghilang. Ini bisa terjadi karena tubuh menyerap kembali gas yang tadinya akan dikeluarkan dalam bentuk kentut, untuk sementara waktu.

Namun, alih-alih menghilang begitu saja, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Digestive Disease and Sciences mengungkapkan, kentut yang “menghilang” ternyata akan tetap keluar. Gas dalam tubuh tetap akan menemukan jalan keluar lain, misalnya melalui mulut dengan serdawa.

(Foto: news.com.au)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok