Bahaya Nyupir Non-Stop

Momen hari libur lebaran pasti sayang sekali kalau dilewatkan, terutama untuk pergi bersama keluarga pulang kampung atau sekadar jalan-jalan. Dengan destinasi yang jauh dan jumlah anggota keluarga yang ikut banyak, mobil adalah sarana transportasi yang tepat.

Bagi yang sering nyetir dalam waktu yang lama atau untuk perjalanan yang jauh, pasti tau kan ya rasanya seperti apa? Mulai dari pegel-pegel badan, kaki, bahkan mata dan pikiran yang lelah untuk fokus menghadapi jalanan yang sering macet saat liburan.

Berapa batas waktu yang pas untuk mengemudi?

Untuk perjalanan yang beratus kilo jauhnya dan biasanya bisa memakan waktu lebih dari sehari, maksimal lama nyetir 8 jam. Kenapa 8 jam? Jadi maksimal waktu manusia bekerja itu adalah 8 jam dan nyetir mobil pun juga demikian, kalau kelamaan bisa berakibat hilangnya konsentrasi. Selain itu, waktu untuk manusia tidur atau istirahat yang cukup aja minimal 6 jam, jadi kalau aktivitasnya melebihi jam istirahat bisa berakibat buruk buat kesehatan.

Dalam 8 jam waktu maksimal menyetir itu memang sebaiknya tetap beristirahat, misalnya pada 3 atau 4 jam sekali. Dari segi kesehatan sendiri, jika non-stop menyetir selama lebih dari 3 jam efeknya bisa menyamai mabuk karena alkohol.

Bila mengejar waktu, dan tidak dapat beristirahat lama, salah satu solusinya adalah membawa supir pengganti. Di saat Anda merasa lelah dan perlu istirahat, mintalah supir pengganti untuk mengendarai mobil Anda.

Apa sajakah dampaknya, bila batas ini dilanggar?

Gangguan Syaraf Kaki

Bahaya duduk terlalu lama saat menyetir atau berkendaraan juga diderita oleh organ tubuh kaki. Saat duduk terlalu lama, sirkulasi aliran darah di kaki sangat buruk, yang dapat menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki, varises, serta penggumpalan darah yang dikenal dengan DVT (deep vein thrombosis).

Jika kaki banyak digerakkan sesederhana banyak berjalan, atau berolahraga dengan berlari, tulang pada kaki menjadi lebih padat, sehingga menjadikannya lebih kuat. Kebalikannya, saat kaki lama tidak digerakkan dapat menyebabkan tulang merapuh bahkan meningkatkan risiko osteoporosis.

Duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan kaki mati rasa, atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah neuropati, yaitu gangguan syaraf pada kaki sehingga fungsinya berkurang.

Pengaruhi Kinerja Jantung dan Pankreas

Saat Anda menyetir dan duduk terlalu lama, aliran dalam pembuluh darah melambat, sehingga semakin sedikit lemak tubuh yang terbakar. Lantas apa akibatnya? Jika ini terjadi maka asam lemak dapat dengan mudah menyumbat jantung.

Sebuah penelitian yang telah diterbitkan pada Journal of The American College of Cardiology memaparkan hasil penelitian dengan objek wanita yang duduk rata-rata hingga 10 jam per hari dapat memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya duduk lima jam atau kurang.

Di lain sisi, kemampuan tubuh untuk merespon insulin dipengaruhi oleh lamanya Anda duduk. Semakin lama Anda duduk, akan menyebabkan pankreas memproduksi insulin dalam jumlah berlebih, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit diabetes.

Kemudian, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Diabetologia membuktikan, orang yang duduk lebih lama memiliki risiko terkena diabetes dan penyakit jantung dua kali lebih besar dibandingkan yang tidak membiarkan dirinya duduk terlalu lama. Duduk lebih dari 8 jam juga diasosiasikan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebanyak 90%.

Terjadi Degenerasi Otot

Berdiri, berjalan, dan menggerakkan ubuh dapat mengencangkan otot, terutama otot perut. Kebalikannya, saat duduk maka otot-otot mengendur dan dapat menyebabkan pelemahan otot.

Bagian pinggang juga dapat mengalami keluhan saat duduk terlalu lama, dikarenakan otot-otot di bagian pinggang menjadi kaku dan bergerak sangat terbatas serta jarang berelaksasi. Keluhan pada bagian pinggang juga dapat menurunkan mobilitas otot pinggang yang menyebabkan seseorang terjatuh secara tiba-tiba saat berjalan.

Jangan sampai hari liburan yang menyenangkan rusak karena Anda atau supir Anda merasa kelelahan dalam perjalanan ya. Hal yang perlu diingat, keselamatan Anda dan keluarga adalah nomor satu.

(foto: todayfm)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
BukanDokterDokteran
DokterBeneran
mudik lebaran
liburan lebaran
keselamatan perjalanan
tips mengemudi
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di