0 Poin

Awas, Jangan Salah Membersihkan Vagina

Vagina merupakan bagian intim wanita, yang harus senantiasa dijaga kebersihannya. Sayang, membersihkan vagina tak semudah yang Anda pikirkan, karena salah-salah ini akan mengganggu kesehatan vagina Anda.

Vagina pada umumnya mengeluarkan cairan alami yang berwarna bening atau kadang juga bisa berwarna sedikit keruh seperti susu. Cairan ini normalnya tidak memiliki bau menyengat, oleh sebab itu jika vagina Anda mengeluarkan cairan dengan bau yang sangat mengganggu, menggumpal, dan mengeluarkan warna yang pekat seperti kuning, hijau, atau bahkan kecokelatan, Anda bisa jadi terserang infeksi jamur atau bakteri di vagina Anda.

Oleh karena itu, membersihkan vagina tidak boleh sembarangan. Agar bisa lebih berhati-hati, berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat membersihkan vagina:

Memakai sabun mandi untuk vagina

Sabun mandi diperuntukan untuk membersihkan tubuh Anda, tapi jangan sekali-kali menggunakannya untuk membersihkan vagina Anda. Sabun mandi biasa, dibuat dengan tingkat pH yang tidak sesuai dengan pH vagina Anda. Penggunaannya untuk membersihkan vagina hanya akan membuat kadar pH di area vagina menjadi tidak seimbang. Gunakan produk antiseptik khusus dengan kadar pH yang sudah disesuaikan atau yang mengandung bahan aktif seperti Povidone Iodine. Zat ini dipercaya dapat membantu menyingkirkan rasa gatal, bau tak sedap atau keputihan yang tidak normal pada vagina. Lagipula, vagina Anda memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri, jadi tak perlu sering-sering menggunakan produk pembersih vagina.

Salah arah saat mengeringkan vagina

Kita kerap mengeringkan area vagina dari arah belakang atau anus ke arah depan atau vagina. Padahal ini merupakan cara pengeringan yang salah. Mengeringkan atau membilas vagina dari belakang ke arah depan sama saja dengan memindahkan berbagai kuman dan bakteri jahat di area dubur dan lubang kemih menuju lubang vagina. Ini akan membuat Anda berisiko mengalami infeksi saluran kemih.

Tidak mengeringkan vagina dengan baik

Selain salah arah dan terlalu keras saat menggosok untuk mengeringkan vagina, banyak orang yang juga tidak tuntas dalam melakukan pengeringan pada vagina. Area vagina yang tidak dikeringkan selepas buang air kecil atau mandi akan menjadi lembap. Jika area vagina dibiarkan lembap, ini akan menjadi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan kuman serta bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi. Pastikan vagina Anda benar-benar kering sebelum kembali memakai celana dalam Anda.

Terlalu sering mencuci vagina

Terlalu sering mencuci vagina tidak disarankan, sebab area vagina yang terlalu sering dicuci justru akan meningkatkan risiko gangguan pada kesehatan vagina. Ini karena vagina Anda sudah memiliki sistem khusus untuk menjaga keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat. Terlalu sering mencuci vagina justru akan mengacaukan keseimbangan bakteri baik dan jahat di area vagina. Apabila bakteri baik ikut mati akibat pencucian vagina yang terlalu sering, ini akan membuat vagina Anda berisiko terkena infeksi, mengingat peran bakteri baik adalah menjaga area vagina dari serangan infeksi bakteri jahat dan jamur.

(Foto: cosmo.ph)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di