0 Poin
Ciri-Ciri Burnout

Apa Saja Ciri-Ciri Burnout pada Seseorang?

Istilah burnout belakangan tengah populer. Burnout merupakan gambaran kondisi ketika seseorang mengalami kelelahan fisik dan emosional yang terjadi akibat stres berkepanjangan. Pekerjaan dan berbagai masalah di dalamnya, merupakan hal utama pemicu burnout. Meski sama-sama mengganggu mental, namun burnout tidak sama dengan depresi.

Stres adalah masalah kesehatan umum, terutama pada orang dewasa. Meski begitu, stres tetap harus dikelola dengan baik, sehingga tidak menyebabkan banyak masalah lainnya, termasuk burnout. Tahukah Anda, bahwa banyak masalah kesehatan yang bermula dari stres berkepanjangan?

Kondisi burnout umumnya terjadi pada orang-orang yang memiliki beban pekerjaan yang berat, tidak mendapat apresiasi atas pekerjaannya, memiliki pekerjaan yang monoton, atau sering memaksakan diri untuk bekerja.

Ada beberapa ciri-ciri burnout yang bisa dikenali, yakni:

Sinis atau benci dengan pekerjaan

Burnout bisa menyebabkan seseorang kesulitan berkonsentrasi, terbebani dan merasa tidak kompeten atas pekerjaannya. Hal-hal seperti ini yang terus dibiarkan bisa menyebabkan seseorang akhirnya membenci pekerjaan yang tengah ia lakukan.

Tidak bersemangat saat bekerja

Seseorang yang mengalami burnout umumnya mengalami kehilangan semangat dalam bekerja. Ia kerap merasa tak lagi berminat dengan pekerjaannya. Sementara itu, pekerjaan adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan, dan ketika seseorang sudah tidak memiliki lagi semangat namun tetap menjalankan pekerjaannya, ini bisa mengakibatkan kelelahan.

Performa kerja menurun

Kehilangan minat dan semangat terhadap pekerjaan yang digeluti, mengakibatkan seseorang asal-asalan dalam bekerja, dan pada akhirnya ia pun menjadi tidak produktif dan performa kerjanya menurun. Hasil dari pekerjaan yang dilakukan akan selalu terasa seperti kurang memuaskan.

Mudah marah

Jika Anda merasa diri menjadi lebih sering atau lebih cepat marah, maka ini juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri burnout. Minat dan performa kerja yang menurun, sementara pekerjaan terus menumpuk tanpa ampun, ini semua bisa membebani seseorang, sehingga membuatnya menjadi lebih sensitif dan mudah marah.

Mudah sakit

Saat terjadi secara berkepanjangan, burnout yang tidak teratasi dengan baik bisa membuat daya tahan tubuh menurun. Saat hal ini terjadi, maka seseorang yang tengah burnout pun jadi mudah terserang banyak penyakit, termasuk pilek, flu, sakit kepala, bahkan Covid-19. Tak hanya itu, risiko gangguan kecemasan, gangguan tidur, dan depresi dapat meningkat.

(Foto: financequickfix.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok