0 Poin
Kelainan tali pusat

5 Kelainan Tali Pusat yang Membahayakan Bayi

Ibu hamil sangat rentan terserang penyakit. Bahkan ibu hamil bisa saja mengalami gangguan kehamilan. Salah satunya adalah kelainan tali pusat yang dapat menganggu kesehatan dan perkembangan hingga membahayakan bayi.

Tali pusat merupakan tali yang menghubungkan janin dengan ibunya dalam rahim. Tali pusat memiliki peran penting yakni untuk membawa pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam kandungan. Selain itu, tali pusat juga berguna untuk membuang zat berbahaya untuk si kecil. Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja kelainan tali pusat sebagai berikut:

Prolaps tali pusat

Gangguan ini terjadi ketika tali pusat terlepas dari serviks dan turun ke arah vagina saat ketuban pecah. Namun bayi belum memasuki jalan lahirnya, sehingga kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dengan tindakan operasi caesar. Prolaps tali pusat ini bisa terjadi 1:300 dari kelahiran bayi yang ada.

Kelainan pembuluh

Kondisi dimana tali pusat hanya memiliki satu arteri dan satu vena saja. Normalnya, ada 2 arteri dan 1 vena. Kelainan pembuluh pada tali pusat tidak menyebabkan komplikasi, namun dalam beberapa bayi berisiko lahir dengan kelainan bawaan. Kelainan pembuluh darah ini dapat terdeteksi pada usia kehamailan 16 minggu.

Tali pusat terpuntir

Jika bayi dalam kandungan sangat aktif bergerak, tali pusat bisa terpuntir dan melilit area tubuh bayi. Kondisi ini membahayakan bayi dalam kandungan karena aliran oksigen ke bayi terhambat. Sayangnya, tali pusat yang terpuntir ini sulit sekali dideteksi melalui USG.

Tali pusat yang pendek

Pada umumnya, panjang tali pusat sekitar 50-80 cm dengan kondisi diameter 1-2 cm. Jika tali pusat lebih pendek, kondisi ini akan membuat ibu hamil berpotensi mengalami kesulitan saat melahirkan. Masalah kehamilan lainnya yang ditimbulkan akibat tali pusat pendek adalah terjadinya persalinan prematur.

Kista tali pusat

Kista pada tali pusat hanya terjadi pada sekitar 3 persen kehamilan. Terdapat dua jenis kista yakni true cyst dan false cyst. Sebuah studi mengatakan bahwa kedua jenis kista tersebut dikaitkan dengan cacat lahir termasuk kelainan kromosom, penyakit ginjal dan cacat perut.

(Foto: NHS)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok