0 Point
Makan makanan manis

Pola Makan yang Berhubungan dengan Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Memiliki jantung yang sehat adalah dambaan setiap orang. Dua pola diet umum dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan kematian di usia paruh baya.

Menurut penelitian yang ditelaah Universitas Oxford makanan jenis pertama adalah yang tinggi cokelat, seperti kembang gula (permen dan manisan lainnya), mentega, dan roti putih. Jenis kedua adalah minuman yang dimaniskan seperti sirup, jus dengan gula tambahan.

Peneliti menganalisis data dari lebih dari 116.000 orang dewasa di seluruh Inggris yang berusia antara 37 dan 73 tahun. Mereka melaporkan apa makanan yang dimakan selama 24 jam sebelumnya. Peneliti kemudian mengidentifikasi nutrisi dan kelompok makanan apa yang dimakan partisipan.

Insiden penyakit terkait kardiovaskular dihitung menggunakan catatan masuk rumah sakit dan kematian dari 2017 hingga 2020.

“Penyakit kardiovaskular adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Inggris, dan pola makan yang buruk merupakan penyebab utama ini,” kata koresponden sekaligus ilmuwan nutrisi, Carmen Piernas.

Ia menekankan bahwa temuan ini dapat membantu mengidentifikasi makanan dan minuman tertentu yang biasa dimakan di Inggris yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian.

Menurut temuan tersebut, orang yang menyukai dua jenis makanan tersebut mengalami obesitas atau menderita hipertensi daripada mereka yang makan makanan yang tidak tidak termasuk makanan dalam jumlah besar.

Dalam kelompok ini, orang yang berusia di bawah 60 tahun atau obesitas memiliki risiko penyakit kardiovaskular (CVD) yang jauh lebih tinggi daripada orang yang berusia di atas 60 tahun dan mempertahankan berat badan yang sehat.

“Ketika Anda makan gula tinggi, rendah serat, Anda cenderung memiliki lebih banyak resistensi insulin, tubuh Anda tidak memahami cara memproses gula, dan kemudian seiring waktu, hal itu dapat menyebabkan pengerasan arteri jantung,” kata seorang ahli kesehatan jantung, Vaani Garg.

Wanita yang mengonsumsi makanan tinggi gula lebih terpengaruh, meski mereka berolahraga. Mereka juga menemukan bahwa wanita, individu yang berusia kurang dari 60 tahun, atau yang memiliki obesitas memiliki risiko CVD yang sangat tinggi jika mereka mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Peneliti mengingatkan bahwa ini adalah studi observasi, jadi tidak memungkinkan kesimpulan tentang hubungan antara diet, CVD, dan kematian secara garis besar.

Penelitian menunjukkan bahwa makan lebih sedikit cokelat, kembang gula, mentega, roti putih, minuman yang dimaniskan dengan gula, dan pengawet dapat dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular atau kematian yang lebih rendah selama usia paruh baya.

“Temuan studi ini dapat digunakan untuk membuat saran pola makan berbasis makanan yang dapat membantu orang makan lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,” Garg menambahkan.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok