0 Point
ilustrasi obesitas

Penyebab Seseorang Mengalami Obesitas

Obesitas adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika seseorang memiliki kelebihan berat badan atau lemak tubuh yang dapat mempengaruhi kesehatannya.

Indeks massa tubuh (BMI) adalah alat yang digunakan dokter untuk menilai apakah seseorang memiliki berat badan yang sesuai untuk usia, jenis kelamin, dan tinggi badannya. Pengukuran ini menggabungkan tinggi dan berat badan.

Jika seseorang mengalami obesitas dan kelebihan berat badan, ini dapat meningkatkan risiko terkena sejumlah kondisi kesehatan, termasuk sindrom metabolik, artritis, dan beberapa jenis kanker.

Berikut ini adalah beberapa penyebab seseorang bisa mengalami obesitas.

Mengkonsumsi terlalu banyak kalori

Seseorang memiliki risiko obesitas yang lebih rendah jika makanannya terutama terdiri dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang mereka gunakan sebagai energi, tubuh mereka akan menyimpan kalori ekstra sebagai lemak. Ini bisa menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas.

Selain itu, beberapa jenis makanan lebih cenderung menyebabkan penambahan berat badan, terutama makanan yang tinggi lemak dan gula.

Makan terlalu banyak makanan ini dan melakukan terlalu sedikit olahraga dapat menyebabkan penambahan berat badan dan menderita obesitas.

Kurang tidur

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur meningkatkan risiko bertambahnya berat badan dan mengembangkan obesitas.

Peneliti meninjau bukti untuk lebih dari 28.000 anak dan 15.000 orang dewasa di Inggris dari 1977 hingga 2012. Pada 2012, mereka menyimpulkan bahwa kurang tidur secara signifikan meningkatkan risiko obesitas baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Tim menyebutkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan obesitas karena dapat menyebabkan perubahan hormonal yang meningkatkan nafsu makan.

Ketika seseorang tidak cukup tidur, tubuh mereka memproduksi ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Pada saat yang sama, kurang tidur juga menurunkan produksi leptin, hormon yang menekan nafsu makan.

Gen Obesitas

Gen yang salah yang disebut gen yang berhubungan dengan massa lemak dan obesitas (FTO) bertanggung jawab atas beberapa kasus obesitas.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 menunjukkan hubungan antara gen ini dan kegemukan, perilaku yang menyebabkan obesitas, asupan makanan yang lebih tinggi.

Hormon ghrelin memainkan peran penting dalam perilaku makan. Ghrelin juga memengaruhi pelepasan hormon pertumbuhan dan bagaimana tubuh mengakumulasi lemak, di antara fungsi-fungsi lainnya.

Aktivitas gen FTO dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami obesitas karena memengaruhi jumlah ghrelin yang dimiliki seseorang.

(Foto: shutterstock)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok