0 Point

Konsumsi Minuman Protein Picu Depresi

Studi terbaru menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman protein secara berlebih berefek pada perubahan suasana hati dan mungkin persingkat harapan hidup. Dilansir dari Dailymail para peneliti di Universitas Sydney menemukan bahwa asam amino yang sama dalam minuman protein yang mendorong pembentukan otot buruk bagi kesehatan secara keseluruhan.

Namun sayangnya industri kesehatan dan kebugaran di AS meragukan hal ini. Para ilmuwan menemukan bahwa mengonsumsi terlalu banyak jenis protein yang sama berkontribusi pada kesehatan yang lebih buruk.

Karbohidrat adalah penyebab sejumlah perubahan tubuh yang kita tahu buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Mereka dapat berkontribusi pada penyimpanan lemak tubuh dan perubahan tidak sehat pada insulin. Sedangkan protein di sisi lain penting dalam membangun tulang, otot darah dan masih banyak lagi. Konsumsi protein berlebih dalam bentuk apapun sebenarnya bukan bagian ideal dari pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi bubuk protein dan suplemen bisa menjadi berbahaya. 

Minuman campuran atau bubuk protein bergantung pada protein yang disebut Branch Chain Amino Acids (BCAA). BCAA tidak hanya berefek samping langsung ke otot. Mengkonsumsi kandungan tersebut membuatnya mudah bersembunyi dan bekerja di sekitar kaleng darah. 

Di sana mereka bersaing dengan asam amino jenis lain seperti triptofan untuk mencapai otak. Tetapi keduanya memiliki efek yang berbeda, Yakni triptophan adalah kunci untuk produksi serotonin. 

Ketika BCAA terlalu tinggi dalam darah mereka dapat mencuri slot triptofan di otak, dan mengganggu serotonin di sana. Itu yang pada akhirnya dapat mengacaukan suasana hati Anda. Serotonin bukan hanya serum kebahagiaan, kita membutuhkannya dalam mengatur selera. Para ilmuwan bersikeras mengkampanyekan lebih baik mendapatkan asupan protein alami melalui beragam menu dari ayam, ikan, telur, kacang-kacangan.

"Apa yang telah ditunjukkan oleh penelitian baru ini adalah bahwa keseimbangan asam amino itu penting dalam memvarikasikan sumber protein," kata penulis penelitian Dr Samantha Solon-Biet.

(foto: vision.org)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok