0 Point
eat fast food

Konsumsi Makanan Cepat Saji Membahayakan Mikrobioma Usus

Sebuah peneliti dari Belanda melaporkan bahwa pola makan yang penuh dengan makanan tinggi lemak dan tinggi gula, yang biasanya ditemukan di makanan cepat saji  dapat menyebabkan mikrobioma usus yang tidak sehat.

Mikrobioma usus adalah kumpulan bakteri, jamur, dan virus yang hidup di usus Anda yang memengaruhi segala sesuatu di tubuh Anda, mulai dari peradangan hingga kesehatan jantung.

Mikrobioma yang tidak sehat meningkatkan risiko penyakit radang usus dan sindrom iritasi usus besar, serta diabetes dan bahkan kanker.

Dalam studi dengan 1.425 orang di Belanda, para peneliti mengatakan bahwa mereka yang mengkonsumsi makanan tinggi olahan dan makanan berlemak hewani memiliki tingkat bakteri perusak yang lebih besar yang menghasilkan racun yang merusak usus.

Di sisi lain, orang yang pola makannya terdiri dari lebih banyak sayuran dan ikan memiliki tingkat bakteri sehat yang lebih tinggi dengan efek anti-inflamasi.

Studi ini menggali tentang kebiasaan makan yang meningkatkan koloni bakteri sehat, terutama Roseburia, Faecalibacterium, dan Eubacterium.

Sebaliknya, diet makanan berlemak dan daging yang terlalu tinggi dikaitkan dengan tingkat bakteri berbahaya yang lebih tinggi.

Selain manfaat kesehatan dari penurunan lemak, protein hewani, dan asupan gula, pertimbangkan bahwa apa yang Anda makan menentukan kesehatan seluruh ekosistem kehidupan di dalam diri Anda.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok