0 Point
vaksin

Efek Antibodi Vaksin COVID-19 Terdeteksi Rendah Pada Pasien yang Memiliki Masalah Sistem Imun

Sebuah penelitian di Inggris menemukan, beberapa pasien dengan gangguan sistem kekebalan memiliki respons antibodi yang rendah atau bahkan tidak ada setelah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Para ahli belum tahu apa artinya itu untuk perlindungan, tetapi mengatakan suntikan booster mungkin merupakan ide yang baik untuk orang-orang tertentu yang mengalami imunosupresi.

Studi Oktaf, yang didanai oleh Medical Research Council dan dikoordinasikan oleh para ahli di University of Birmingham. Orang-orang yang terdaftar dalam uji coba termasuk pasien dengan kanker, radang sendi, penyakit ginjal atau hati dan mereka yang menjalani transplantasi sel induk.

Temuan dari tes laboratorium pada sampel darah dari 600 sukarelawan ini, yang diterbitkan sebagai pra-cetak oleh jurnal medis The Lancet, menunjukkan:

40% memiliki respons antibodi yang kurang optimal setelah dua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer

Dari mereka, 11% gagal untuk menghasilkan antibodi yang terdeteksi empat minggu setelah dua dosis vaksin - banyak pasien dengan vaskulitis pada obat rituximab

Tetapi 60% memiliki tingkat antibodi yang sebanding dengan orang muda yang sehat dan semuanya memiliki tingkat optimal dari jenis respons sel kekebalan lain - sel T - yang dapat membersihkan infeksi virus corona dari tubuh.

Penelitian terbaru menggunakan data dunia nyata tentang tingkat penyakit Covid di lebih dari satu juta orang yang berisiko, menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 sangat efektif untuk orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya, mengurangi risiko gejala Covid-19 sekitar 90%.

Prof Iain McInnes, pemimpin uji coba Octave dan dari University of Glasgow, mengatakan: "Sementara 40% dari kelompok paten yang berisiko secara klinis ini ditemukan memiliki respons imun yang rendah atau tidak terdeteksi setelah dosis kedua vaksin, kami mendorong bahwa angka ini tidak lebih tinggi.”

"Namun, ada kemungkinan bahkan perlindungan parsial mungkin bermanfaat secara klinis, dan ini adalah sesuatu yang akan kami pantau dengan cermat," sambungnya.

Perpanjangan studi Oktaf sekarang akan melihat efek pemberian suntikan pada pasien dan booster.

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok