0 Point
Rambut Rontok

Apakah Rambut Anda Rontok Usai Melahirkan?

Ada beberapa hal yang mungkin terjadi dan mengejutkan ibu baru, salah satunya adalah kondisi rambut rontok yang sangat parah. Ini bisa membuat khawatir, padahal rambut rontok pascamelahirkan merupakan hal yang normal.

Rambut di kepala kita terus-menerus rontok dan berganti dengan rambut baru. Pertumbuhan rambut dikendalikan oleh berbagai hormon dan setiap terjadinya perubahan hormon, ini bisa menyebabkan rambut tumbuh atau malah menjadi rontok. Dalam masa kehamilan, keseimbangan hormon mulai terganggu, tubuh mulai terpengaruh dan bayi mulai tumbuh di dalam janin.

Tingginya kadar estrogen dan progesteron dan kemungkinan kadar hormon prolaktin mengakibatkan lebih sedikit kerontokan rambut dan lebih banyak pertumbuhan rambut. Selama masa kehamilan, banyak wanita menemukan bahwa rambut mereka menjadi lebih tebal dan sehat di bandingkan masa-masa sebelum kehamilan.

Setelah kehamilan selesai, di mana tubuh tidak lagi bertanggung jawab untuk membawa bayi, kadar hormon akan berkurang cukup tajam. Penurunan kadar estrogen dan progesteron menyebabkan rambut rontok secara alami. Dalam beberapa minggu atau bulan setelah Anda melahirkan, kerontokan rambut dalam jumlah yang besar akan terjadi dan ini merupakan hal yang normal. Anda mungkin tidak akan terlalu banyak kehilangan rambut jika Anda juga menyusui bayi Anda.

Rambut yang rontok terlalu banyak tak jarang membuat panik, kekhawatiran akan kebotakan muncul pada ibu yang baru saja menjalani proses persalinan. Namun, rambut yang rontok biasanya akan kembali ke kondisi sebelum hamil setelah 6 hingga 12 bulan pascamelahirkan. Jadi, ini bukanlah kondisi yang harus dikhawatirkan. Namun, jika rambut rontok berlangsung lebih dari 12 bulan, maka tidak ada salahnya untuk mengonsultasikan kondisi Anda ke dokter.

Ada beberapa tips yang bisa membantu Anda mencegah kerontokan rambut menjadi lebih parah, yakni:

  • Mengonsumsi makanan yang sehat, seperti buah dan sayuran segar untuk menambah asupan vitamin yang baik bagi tubuh.
  • Mengonsumsi makanan tinggi zat besi, termasuk daging merah, sayuran berdaun hijau, kacang polong, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Hindari minum teh atau kopi untuk pendamping makanan ANda, karena ini bisa menghambat penyerapan zat besi di usus.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi vitamin C bersamaan dengan konsumsi makanan tinggi zat besi, seperti minum jus jeruk dan makan sayur kangkung. Ini bisa meningkatkan penyerapan zat besi.
  • Hindari penggunaan alat penata rambut yang menghantarkan panas, untuk meminimalisasi kerusakan rambut.

(Foto: newfolks.com)

SHARE TO SOCIAL MEDIA

YesDok is an ehealth service that is reachable through mobile platform which is very powerful and easy to use. Penetrating 17.504 islands and 260 million users in Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

CONTACT
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
GUIDE
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok