0 Poin
Waspada, Wanita Juga Bisa Terkena Penyakit Jantung

Waspada, Wanita Juga Bisa Terkena Penyakit Jantung

Tak ada masalah gender soal penyakit jantung. Anda mungkin lebih sering mendengar kaum pria yang mengidap penyakit jantung dan mengalami serangan jantung. Tapi kaum wanita pun bisa mengalaminya. 

 

Pada umumnya, wanita mengalami penyakit jantung terkait dengan persoalan menopause. Saat menopause, terjadi penurunan hormon estrogen pada wanita. Padahal hormon ini bertugas untuk menjaga fleksibilitas pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. 

 

Itulah sebabnya saat menstruasi berhenti dan produksi hormon estrogen menurun, wanita seolah kehilangan ‘penjaga’ pembuluh darah.

 

Seperti halnya pada pria, masalah genetis atau adanya riwayat penderita jantung dalam keluarga juga merupakan faktor risiko pada wanita. Selain itu obesitas, merokok, dan hipertensi juga merupakan faktor risiko yang harus diwaspadai. Hanya saja, meski memiliki faktor risiko yang sama, hormon estrogen membuat wanita lebih terlindungi –seperti yang telah dijelaskan di atas. 

 

Tapi hormon ini tak selalu dapat membantu. Menurut para ahli, wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko terhadap penyakit jantung. Ini adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan, dimana terjadi pengerasan arteri. 

Selain itu, wanita yang mengalami preeklampsia juga memiliki risiko terkena penyakit jantung di kemudian hari. Preeklampsia sendiri merupakan kondisi dimana wanita mengalami peningkatan tekanan darah tinggi selama kehamilan. 

Lalu bagaimana jika Anda termasuk wanita dengan faktor risiko yang tinggi? Kenali tandanya. Sebab untuk urusan penyakit jantung, waktu adalah nyawa. Semakin cepat Anda mendapat pertolongan, maka semakin cepat pula jantung Anda diselamatkan. Untuk itu kenali tanda-tandanya.

Tanda penyakit jantung pada wanita sedikit berbeda dengan pria. Jadi jangan bayangkan Anda akan merasakan nyeri dada yang menjalar ke lengan. Ini tak seperti di film-film, dimana tokohnya akan menggambarkan serangan jantung dengan mencengkeram dadanya. Beberapa tanda yang bisa Anda waspadai antara lain adanya tekanan di dada, sesak napas, atau tekanan di antara bahu. Selain itu perhatikan juga rasa sakit di rahang, leher, atau tenggorokan. 

Anda sering merasa kelelahan, mual, dan pusing? Waspadai juga hal tersebut. Mengenali faktor risiko dan tanda-tandanya akan membantu Anda dalam mengambil tindakan cepat. Sebaiknya Anda juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Perhatikan juga gaya hidup Anda. 

Mulailah mengonsumsi makanan sehat dengan buah dan sayur 5 porsi sehari, kurangi lemak dan karbohidrat serta berolahraga secara teratur atau beraktivitas fisik setidaknya 30 menit per hari.

(foto: medical news today)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok