Waspada Tekanan Darah Tinggi saat Kehamilan

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa wanita yang memiliki tekanan darah tinggi atau preeklamsia selama kehamilan mungkin lebih rentan terkena hipertensi, diabetes tipe 2 dan kolesterol tinggi setelah melahirkan.

Para peneliti berpendapat munculnya faktor faktor penyakit tersebut setelah kehamilan dapat membantu menjelaskan mengapa wanita  memiliki peningkatan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

"Banyak peneliti berpikir bahwa kehamilan menimbulkan stres dan akhirnya menyebabkan penyakit jantung, tapi itu membantu untuk mengidentifikasi agar para wanita sadar dan tahu bahwa mereka cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan faktor risiko kardiovaskular lainnya," jelas Penulis Studi yang juga seorang peneliti postdoctoral di Brigham and Women's Hospital dan Harvard T.H. Chan School of Public Health, Boston, Amerika, Jennifer Stuart seperti dilansir laman WebMD.

Menurutnya, memiliki pengetahuan tentang adanya penyakit dalam tubuh kita sejak dini memberi Anda kesempatan untuk mencegah dan menunda penyakit kardiovaskular. "Tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaiki perilaku kesehatan Anda, dan banyak hal yang direkomendasikan, seperti diet sehat dan aktivitas fisik," ucap Jennifer.

Para peneliti mengatakan sekitar 15 persen wanita mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi gestasional) atau preeklamsia setidaknya dalam satu kehamilan. Preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang meliputi tekanan darah tinggi dan masalah tambahan, seperti masalah ginjal atau hati atau cairan di paru-paru.

"Risiko tekanan darah tinggi kronis dua sampai tiga kali lebih tinggi untuk wanita yang memiliki tekanan darah tinggi atau preeklamsia selama kehamilan mereka, sementara itu Risiko diabetes tipe 2 adalah 70 persen lebih tinggi, sedangkan risiko kolesterol tinggi 30 persen lebih tinggi untuk para wanita ini yang memiliki tekanan darah tinggi," imbuh Jennifer.

Ia menuturkan bahwa sangat penting informasi dari penelitian ini diteruskan ke para tenaga kesehatan primer. "Mereka perlu menyadari bahwa risiko ini bisa hadir segera setelah kehamilan, dan mereka harus waspada dan menyaring faktor-faktor risiko ini," ujar Jennifer.

Dia menambahkan bahwa lebih banyak penelitian perlu dilakukan untuk melihat strategi penyaringan dan pencegahan apa yang paling membantu.

Ahli jantung di New York, Dr. Peter Mercurio mengatakan dia tidak terkejut melihat peningkatan faktor risiko penyakit jantung pada wanita yang pernah mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan atau preeklamsia.

Ia menjelaskan bahwa saat ini ada pedoman yang merekomendasikan para tenaga kesehatan agar bertanya pada wanita hamil apakah mereka memiliki tekanan darah tinggi atau tidak selama kehamilan. Dia juga setuju bahwa lebih banyak penelitian perlu membahas seberapa sering wanita yang memiliki masalah ini dan mengidentifikasi strategi pencegahan apa yang mungkin paling membantu mereka.

"Studi ini menunjukkan bahwa jika Anda memiliki tekanan darah tinggi pada kehamilan, Anda berisiko dalam lima tahun pertama. Saya pikir kita perlu mulai memperlakukan kesehatan perempuan secara lebih holistik dan mengadopsi pendekatan tim untuk kesehatan. Dan, lebih awal, lebih baik," terang dr Peter.

Photo Source : BabyCenter.com

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL
 

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di