0 Poin
Komplikasi HIV/AIDS

Waspada! Ini Penyakit yang dapat Menjadi Komplikasi HIV/AIDS

Sebagai penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, infeksi HIV/AIDS diketahui dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Mulai dari komplikasi penyakit ringan hingga berat bisa jadi akan muncul dan memengaruhi kesehatan orang dengan HIV/AIDS atau ODHA.

Beberapa penyakit yang menjadi komplikasi HIV/AIDS ini di antaranya kandidiasis, pneumocystis pneumonia (PCP), tuberkulosis, hingga demensia. Ini dia penjelasan lengkap dari macam-macam komplikasi dari infeksi HIV/AIDS.

1. Kandidiasis

Kandidiasis merupakan komplikasi dari infeksi HIV/AIDS yang timbul karena adanya infeksi jamur bernama Candida albicans. Infeksi jamur ini dapat terjadi pada permukaan kulit, mulut, serta alat kelamin. Gejala dari kandidiasis yang muncul akan beragam, tergantung di area tubuh mana infeksi jamur tersebut terjadi.

Ketika infeksi jamur terjadi di mulut, gejala kandidiasis yang timbul adalah munculnya bercak putih pada lidah, pipi bagian dalam, serta langit-langit mulut. Selain itu, kandidiasis pada mulut ini akan menyebabkan penderitanya merasa nyeri ketika menelan.

Ketika terjadi pada alat kelamin, gejala kandidiasis yang timbul yaitu munculnya rasa nyeri serta terbakar ketika buang air kecil. Selain itu, kandidiasis yang terjadi pada alat kelamin wanita akan memunculkan keputihan tidak normal.

Jika terjadi di permukaan kulit, kandidiasis akan menyebabkan rasa gatal hebat serta munculnya ruam pada bagian lipatan, seperti selangkangan, ketiak, dan lain sebagainya.

2. Pneumocystis Pneumonia (PCP)

Komplikasi HIV/AIDS selanjutnya adalah pneumocystis pneumonia atau PCP. PCP muncul karena adanya infeksi jamur Pneumocystis jirovecii pada organ paru-paru penderita. Infeksi jamur tersebut akan mengakibatkan peradangan paru-paru.

PCP ini cukup berbahaya dan akan muncul apabila ODHA tidak melakukan pengobatan sama sekali untuk infeksi HIV/AIDS yang dideritanya.

3. Tuberkulosis (TB)

Komplikasi HIV/AIDS berikutnya yaitu Tuberkulosis yang merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis di dalam paru-paru. Karena itulah, gejala tuberkulosis yang biasa muncul adalah batuk kronis.

4. Meningitis Kriptokokus

Meningitis kriptokokus merupakan komplikasi HIV/AIDS yang muncul karena adanya infeksi jamur Cryptococcus neoformans dan Cryptococcus gattii pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Apabila tidak diobati, meningitis kriptokokus bisa mengakibatkan kondisi yang cukup serius, seperti gangguan pendengaran, kerusakan otak, hingga koma.

5. Infeksi Cytomegalovirus

Cytomegalovirus (CMV) merupakan jenis virus herpes yang dapat menginfeksi seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah dalam kurun waktu lama.

Jika tidak ditangani sedini mungkin, ODHA yang terjangkit infeksi cytomegalovirus bisa mengalami gangguan penglihatan karena adanya peradangan retina, pneumonia akut, masalah pencernaan, dan ensefalitis (radang otak)

YesDok menyediakan dokter profesional yang memungkinkan Anda berkonsultasi dari mana saja dan kapan saja. Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

(foto: healthline)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok