0 Poin
ilustrasi hipoksemia

Waspada! Ini Berbagai Gejala Kekurangan Oksigen dalam Darah

Hipoksemia adalah sebuah kondisi di mana tingkat oksigen di dalam darah Anda berada di bawah normal, khususnya di bagian arteri. Hipoksemia adalah tanda adanya masalah yang berkaitan dengan pernapasan atau sirkulasi, dan dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti sesak napas.

Hipoksemia ditentukan dengan mengukur kadar oksigen dalam sampel darah yang diambil dari arteri. Ini juga dapat diperkirakan dengan mengukur saturasi oksigen darah Anda menggunakan oksimeter - perangkat kecil yang dijepitkan ke jari Anda.

Oksigen arteri normal adalah sekitar 75 sampai 100 milimeter air raksa (mm Hg). Nilai di bawah 60 mm Hg biasanya menunjukkan kebutuhan oksigen tambahan. Pembacaan oksimeter normal biasanya berkisar antara 95 hingga 100 persen. Nilai di bawah 90 persen dianggap rendah.

Menurut Mayo Clinic, penyebab umum hipoksemia meliputi:

  • Anemia
  • ARDS (sindrom gangguan pernapasan akut)
  • Asma
  • Cacat jantung bawaan pada anak
  • Penyakit jantung bawaan pada orang dewasa
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) eksaserbasi — memburuknya gejala
  • Empisema
  • Penyakit paru interstisial
  • Obat-obatan, seperti narkotika dan anestesi tertentu, yang menekan pernapasan
  • Radang paru-paru
  • Pneumotoraks (paru-paru kolaps)
  • Edema paru (kelebihan cairan di paru-paru)
  • Emboli paru (bekuan darah di arteri di paru-paru)
  • Fibrosis paru (paru-paru yang terluka dan rusak)
  • apnea tidur

Berikut ini beberapa gejala kekurangan oksigen dalam darah dan Anda harus segera mencari bantuan darurat:

  • Sesak napas parah yang datang tiba-tiba dan memengaruhi kemampuan Anda 
  • Sesak napas yang parah dengan batuk, detak jantung yang cepat dan retensi cairan di ketinggian (di atas 8.000 kaki, atau sekitar 2.400 meter). Ini adalah tanda dan gejala kebocoran cairan dari pembuluh darah ke paru-paru Anda (edema paru ketinggian tinggi), yang bisa berakibat fatal.
  • Temui dokter Anda sesegera mungkin jika Anda merasakan gejala kekurangan oksigen dalam darah berikut ini:
  • Sesak napas setelah beraktivitas ringan atau saat istirahat
  • Sesak napas yang semakin parah saat Anda berolahraga atau aktif secara fisik
  • Bangun tiba-tiba dengan sesak napas atau perasaan bahwa Anda tersedak – ini mungkin gejala sleep apnea
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok