0 Poin
Gangguan pendengaran

Waspada Gangguan Dengar akibat Gaya Hidup

Kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup dapat berperan sabagai penyebab dari gangguan pendengaran.

“Umumnya gangguan pendengaran yang terjadi belum dirasakan sebelum kondisi menjadi berat. Permasalahan yang terjadi, gangguan pendengaran akibat gaya hidup ini sebagian bisa menjadi cacat yang akan mempengaruhi kualitas hidup di masa mendatang,” ungkap dokter spesialis THT di RSUI, Dr. dr. Fikri Mirza Putranto, Sp.THT-KL(K).

Kebiasaan yang sering dilakukan yang dapat mengganggu pendengaran yaitu mengorek telinga atau membersihkan kotoran telinga. Kotoran telinga merupakan hal normal yang terbentuk sebagai bagian dari proses pertahanan tubuh mencegah kuman dan benda asing masuk ke liang telinga. 

Kegiatan membersihkan telinga dapat mendorong serumen masuk ke liang telinga yang lebih dalam akhirnya menumpuk. Kesalahan pada waktu mengorek telinga dapat menyebabkan infeksi pada kulit liang telinga. 

Faktor yang menyebabkan telinga mudah gatal, yaitu serumen kering yang terjadi pada pasien dengan alergi, kelainan kulit, usia lebih tua.

Radang telinga juga bisa terjadi akibat kebiasaan menyelam, hal ini terjadi karena adanya perubahan tekanan. 

Untuk mencegah hal ini disarankan untuk para penyelam kembali ke permukaan secara perlahan untuk menghindari perubahan tekanan secara drastis. 

Gangguan pendengaran akibat gaya hidup lainnya adalah gangguan dengar akibat bising rekreasional.

“Masa pandemi yang membuat meningkatnya penggunaan personal listening device atau dapat juga disebut gawai menjadi pemicu penurunan pendengaran,” terang dr Fikri.

Faktor yang mempercepat kerusakan pendengaran akibat gawai itu diantaranya mendengarkan musik menggunakan earphone dan meningkatkan volume, durasi menggunakan yang sangat lama, dan gaya hidup seperti merokok, mengkonsumsi alkohol juga dapat menjadi faktor yang mempercepat kerusakan pendengaran akibat gawai.

(Foto: omicsonline.org)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok