0 Poin
Angin duduk

Waspada dengan 3 Jenis Angin Duduk Ini!

Pernah dengar penyakit angin duduk? Angin duduk sering disebut berbahaya. Penyakit yang dalam istilah medis disebut dengan angina ini adalah suatu kondisi di mana otot-otot pada jantung kurang menerima pasokan darah akibat terjadinya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Ini menyebabkan rasa nyeri timbul di area dada.

Angin duduk sering kali terjadi secara tiba-tiba. Gejala lain selain nyeri dada adalah sesak napas, mual, pusing, kelelahan ekstrem, gelisah, dan keringat berlebih. Rasa nyeri bisa menjalar hingga ke leher, rahang, punggung, bahkan lengan sebelah kiri.

Saat terjadi penyempitan pada pembuluh darah koroner, angin duduk menyerang. Jantung membutuhkan asupan darah yang kaya oksigen. Darah dialirkan melalui dua pembuluh darah besar, jika terjadi penyempitan pada pembuluh darah koroner, ini akan menyebabkan darah yang harusnya masuk ke otot-otot jantung jadi tersumbat, dan kemudian menyebabkan angin duduk.

Terdapat tiga jenis angin duduk yang bisa dialami oleh seseorang, di antaranya:

Angin duduk stabil

Kondisi angin duduk stabil umumnya dipicu oleh aktivitas fisik seperti olahraga. Ketika sedang berolahraga, jantung akan lebih banyak membutuhkan asupan darah. Jika pembuluh koroner menyempit, maka kebutuhan asupan darah ini jadi tidak tercukupi. Beberapa hal lain yang juga bisa menyebabkan angin duduk yakni, stres, merokok, terlalu banyak makan, dan udara dingin.

Angin duduk tidak stabil

Nyeri yang timbul akibat angin duduk tidak stabil biasanya akan lebih sulit hilang, bahkan bisa terus ada walau seseorang yang mengalaminya sudah cukup istirahat dan minum obat. Biasanya angin duduk tidak stabil dipicu oleh timbunan lemak atau pembekuan darah yang kemudian menghalangi aliran darah menuju jantung. Jangan abaikan kondisi ini, karena bisa berujung menjadi serangan jantung!

Angin duduk varian

Angin duduk varian bisa menyerang kapan saja, meskipun ketika seseorang tidak sedang melakukan aktivitas fisik. Angin duduk varian terjadi karena penyempitan pada arteri jantung akibat spasme. Penyempitan sementara pada arteri dapat menyebabkan pasokan darah ke jantung berkurang dan menimbulkan nyeri. Gejalanya sering kali parah, namun bisa diatasi dengan konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

(Foto: medicalnewstoday.com)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok