0 Poin
Cedera saat olahraga

Waspada Cedera Saat Olahraga Saat Pandemi

Walaupun sedang berada di tengah pandemi, namun kita tidak boleh melupakan aktivitas berolahraga. Olahraga menjadi aktivitas penting yang dapat meningkatan imunitas dan kesehatan tubuh masyarakat, khususnya di tengah pandemi. 

Namun, banyak orang yang belum memahami potensi cedera yang dapat dialami ketika berolahraga serta bagaimana cara melakukan olahraga yang baik dan benar.

Para ahli mengatakan bahwa banyak penyebab-penyebab cedera yang dapat terjadi namun seringkali tidak disadari oleh masyarakat diantaranya yaitu, Pemanasan yang masih kurang atau tidak melakukan pemanasan, penggunaan alat olahraga yang tidak sesuai, gerakan berulang yang terlalu banyak, terlalu cepat, dan dalam waktu yang lama (overuse), otot yang lemah, lingkungan yang tidak tepat atau kurang baik dalam melakukan olahraga, pengobatan yang tidak tuntas setelah injuri hingga pelaksanaan fisioterapi pasca injuri yang tidak sesuai.

Terdapat ciri-ciri cedera olahraga dengan gejala yang lebih berat yaitu timbulnya luka, kelainan bentuk pada anggota tubuh/deformitas (patah tulang), bengkak, atau bahkan hingga tidak bisa berjalan / beraktivitas saat olahraga berlangsung.

Sementara untuk melakukan penanganan dini cedera dengan langkah-langkah RICE sebagai berikut Rest yaitu istirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera, Ice (berikan es untuk mengurangi bengkak), Compression (lakukan kompres dingin pada jaringan yang mengalami cedera) dan Elevation (meninggikan bagian yang cedera melebihi ketinggian jantung)

Pada dasarnya, olahraga-olahraga yang dapat berpotensi besar menghasilkan cedera adalah olahraga yang membutuhkan pergerakan besar seperti basket, sepak bola, soccer, ice hookey, baseball, softball, atau voli. 

Anda dapat memiliih olahraga yang low impact terhadap cedera seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau e-sport.

Untuk mencegah terjadinya cedera ketika berolahraga, Anda dapat melakukan istirahat dan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga, menggunakan alat olahraga yang sesuai, ukur kemampuan tubuh ketika berolahraga karena anantomi tubuh kita berbeda dengan orang lain, serta pilih lingkungan yang tepat dan baik pada saat berolahraga.

Lakukan juga pola olahraga yang konstan tidak berubah-ubah misalnya cardio exercise seminggu 2 kali, strength exercise 2 kali seminggu, dan pola olahraga tersebut dilakukan rutin sampai bertahun-tahun.

(Foto : pixabay)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok