0 Poin
Vaksin Covid-19

Vaksin Yang Tersedia di Indonesia Memiliki Kualitas Sama Dan Efektif

Per 6 September 2021, program vaksinasi Covid-19 nasional telah mencapai 32,1 persen dari total jumlah sasaran 208 juta jiwa, termasuk untuk Lansia yang capaian angka vaksinasinya baru berkisar 20 persen. Namun begitu, dengan ketersediaan vaksin yang ada di Indonesia saat ini, masyarakat diminta jangan ragu untuk menerima vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan Indonesia semakin banyak menerima kedatangan vaksin, jika sebelumnya hanya punya dua jenis yaitu Sinovac dan Astrazeneca, saat ini bertambah dengan adanya vaksin Moderna dan Pfizer. 

Berbagai jenis vaksin tersebut sudah digunakan dalam proses vaksinasi, dan ia mengingatkan agar masyarakat tidak usah memilih-milih vaksin karena semua vaksin sama, sudah terdaftar di WHO dan menerima rekomendasi.

“Secara kualitas kelima vaksin ini sama dalam upaya penanganan virus Covid-19 dan sudah pasti aman serta efektif melawan virus Covid termasuk varian-varian barunya, kita tahu bahwa kita tidak mungkin untuk bisa melaksanakan vaksinasi di Indonesia ini hanya bergantung pada satu produsen vaksin karena tidak ada produsen vaksin yang bisa menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin yang bisa dikirimkan ke Indonesia di tahun 2021 ini,” papar dr Nadia.

Ia menuturkan bahwa untuk mendapatkan vaksin memang harus dari berbagai sumber sehingga tidak perlu untuk pilih-pilih vaksin. Dr Nadia menyebutkan, vaksin Pfizer telah datang pertama kalinya dengan 1,5 juta dosis dari 50 juta dosis yang dipesan, selain itu Indonesia juga telah menerima 450 ribu vaksin Astrazeneca dan di tanggal 20 Agustus ada tambahan 500ribu vaksin Astrazeneca.

Sementara itu, dr Nadia menegaskan bahwa Vaksin Moderna dan Pfizer adalah bagian dari vaksin yang bisa diberikan kepada masyarakat umum, dan diprioritaskan pada ibu hamil dan orang yang memiliki komorbid.

“Hanya saja ada beberapa kebijakan seperti memberikan vaksin moderna sebagai booster ketiga pada tenaga Kesehatan. Untuk masyarakat umum yang jadi penting untuk kita bisa melakukan pengendalian pandemi, menurunkan laju penularan supaya tidak terjadi lagi peningkatan kasus maka harus segera mendapatkan dosis pertama dan kedua,” ujarnya.

Menurut dr Nadia, jika ingin keluar dari pandemi ini, maka vaksinasi dua dosis tersebut harus dilakukan pada seluruh sasaran bukan malah memberikan dosis tambahan atau ketiga kepada masyarakat umum. 

“Jadi tidak ada pemberian dosis ketiga pada masyarakat umun, lebih baik saat ini kita saling berbagi dan membantu untuk teman-teman, saudara kita untuk mendapatkan vaksin,” imbuhnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro mengingatkan bahwa semua vaksin sama dari segi kemanan dan efektifitasnya yang baik, sehingga masyarakat tidak perlu memilih vaksin karena bisa membuat perlindungan pada tubuh dan nantinya tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

“Bagi yang belum di vaksin, segerakan vaksin. Jaga protokol kesehatannya walaupun nanti sudah di vaksin, yang paling penting adalah di dunia nyatanya dimana berbagai penelitian menunjukkan berbagai jenis vaksin yang ada di Indonesia benar-benar terbukti efektif untuk mengurangi tingkat pasien yang harus dirawat di rumah sakit dan risiko kematian,” terang dr Reisa.

(Foto: pixabay) 

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok