Terlalu Banyak Konsumsi Keju, Baik atau Buruk?

Orang bijak pernah berkata bahwa keju merupakan anugerah Tuhan yang dikirimkan ke dunia. Hampir semua orang setuju bahwa makanan lembut dan asin ini adalah salah satu makanan terenak apalagi jika dihidangkan pada pelengkap pizza atau kue lainnya. Tetapi apakah keju itu buruk bagi Anda, atau justru dianggap sehat? Inilah yang dikatakan para ahli.

Umumnya kita sudah tahu bahwa dalam keju terdapat sumber Kalsium. Mineral ini amat penting bagi Anda yang aktif beraktivitas seharian. "Kalsium membantu mineralisasi tulang yang telah menambah stres akibat aktivitas berjalan yang berdampak tinggi dan mencegah osteoporosis," kata pakar nutrisi olahraga Kelly Jones, R.D., C.S.S.D.

Jenis keju yang berbeda memiliki jumlah kalsium yang berbeda, tetapi secara umum, keju yang lebih keras cenderung memiliki lebih banyak mineral daripada yang lunak. Dan meskipun sebagian besar keju mengandung lemak jenuh yang tinggi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa itu mungkin bukan hal yang dianggap buruk. 

Seperti dilansir Runners World, penelitian baru-baru ini terhadap lebih dari 136.000 pada orang dewasa menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi dua atau lebih porsi susu penuh lemak seperti keju memiliki tingkat serangan jantung, stroke, dan kematian yang lebih rendah. Alasannya adalah keju kaya lemal akan asam linoleat terkonjugasi, yaitu senyawa yang meningkatkan kesehatan arteri, mengurangi lemak tubuh dan peradangan.

Keju adalah makanan fermentasi yang mengemas bakteri probiotik. Keju bekerja meningkatkan pencernaan dan kesehatan usus. Keju mirip dengan makanan bergizi padat kalori lainnya seperti alpukat, kacang-kacangan, dan cokelat hitam. Pakar nutrisi dunia umumnya menyarankan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan terlebih terutama sebelum olahraga karena menyebabkan menambah lemak, lesu dan lamban. Sebagai visualisasi, satu porsi keju 1,5 ons dapat memiliki sekitar 100 hingga 150 kalori.

Dengan kata lain perlu disadari jika Anda makan keju atau makanan olahan susu terlalu banyak setiap hari, Anda mungkin tidak menyadari bahwa itu adalah penyebab di balik kekenyangan atau masalah perut lainnya. Lalu, apakah Anda selama ini menghitung lemak dan protein pada keju? Berikut ini adalah beberapa perbandingannya:

Mozzarella: protein 9g dan lemak 9g dalam 1,5 ons, keju Parmesan: 15g protein dan 10g lemak dalam 1,5 ons dan keju Cheddar: protein 10g dan lemak 14g dalam 1,5 ons.

Namun perlu diketahui, orang yang aktif cenderung lebih membutuhkan protein daripada mereka yang tidak aktif bergerak. Nutrisionis menyarankan agar tidak menjadikan keju satu-satunya sumber protein utama. Beberapa ons ayam bakar hingga kacang-kacangan bisa dijadikan pilihan protein lainnya.

"Keju aman dimakan setiap hari ketika bagian dari keseluruhan diet seimbang dan bergizi, namun tetaplah dengan porsi yang wajar,” Jones menambahkan.

(Foto: medicalnewstoday)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
BukanDokterDokteran
DokterBeneran
Keju
Kandungan keju
Konsumsi keju
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di