Tanggap Menangani Alergi pada Bayi

Saat bayi terkena alergi, tak menapik banyak orang tua yang panik menanganinya. Akibatnya jika panik, tidakan yang diambil orang tua bisa saja keliru. Untuk itu, setelah membaca artikel ‘Kenali Ragam Aleri Pada Si Kecil’, Anda bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini saat menangani alergi pada bayi.

Pengobatan

Tidak semua reaksia alergi pada bayi atau anak anak Anda memerlukan perawatan. Misalnya, ruam ringan kemungkinan akan memudar dalam beberapa jam dan mungkin tidak mengganggu bayi saat itu. Namun, jika gejala reaksi alergi menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi, perawatan lebih mungkin diperlukan. Perawatan dapat bervariasi sesuai dengan jenis ruam atau reaksi. Secara umum, perawatan berikut dapat membantu:

Anda bisa menghindari: Sabun, deterjen, dan lotion beraroma seringkali menyebabkan iritasi kulit bayi, jadi mungkin yang terbaik adalah menghindari penggunaan pembersih kimia dan memilih produk hypoallergenic. Setelah menggunakan sabun ringan dan bebas aroma, tepuk-tepuk kulit bayi hingga kering dan jangan menggosoknya terlalu keras, karena ini dapat mengiritasi kulit.

Menggunakan pelembab: Menggunakan pelembab hypoallergenic setelah mandi bayi dapat membantu mencegah kulit kering. Pelembab juga memberikan penghalang untuk melindungi kulit dari iritasi.

Menggunakan krim hidrokortison 1 persen: Krim hidrokortison dapat mengobati ruam kulit yang berhubungan dengan eksim atau reaksi alergi lainnya. Meskipun biasanya aman digunakan untuk bayi dalam waktu singkat, penting untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu.

Mempertimbangkan scratch mitt: Scratch mitt mencegah bayi menggaruk ruam dengan kuku mereka. Terlalu banyak menggaruk dapat melukai kulit dan menyebabkan infeksi.

Pencegahan

Tidak mungkin untuk mencegah semua reaksi alergi pada bayi, tetapi ada langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua dan pengasuh untuk mengurangi risiko. Ini termasuk:

  • Mencuci pakaian bayi dengan deterjen hipoalergenik
  • Menggunakan sampo, lotion, dan sabun yang bebas pewangi
  • Mencuci tempat tidur bayi dalam air panas setiap minggu untuk mengurangi kemungkinan tungau debu
  • Memperkenalkan makanan baru satu per satu
  • Jika bayi memiliki reaksi alergi setelah menyusui, mungkin bermanfaat untuk menyimpan buku harian makanan untuk mencoba menentukan penyebab yang mendasarinya. Susu adalah penyebab yang sangat umum, terutama sebelum bayi mencapai usia 1 tahun.

Orang sering dapat mengobati reaksi alergi pada bayi di rumah. Namun, dalam beberapa kasus, yang terbaik adalah menemui dokter. Jika ruam menyebar atau memburuk dari waktu ke waktu, seseorang harus berkonsultasi dengan dokter.

Penting juga untuk mencari nasihat medis jika kulit menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti lepuh, perdarahan, atau cairan rembes. Dalam beberapa kasus, ruam dapat menandakan penyakit lain. Jika ruam muncul bersamaan dengan gejala di bawah ini, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter:

  • Demam
  • Kelesuan
  • Sulit makan
  • Batuk tak kunjung sembuh
  • Menangis berlebihan

Bayi yang mengalami reaksi alergi yang hingga nafas berbunyi tinggi (mengi), pembengkakan pada bibir atau lidah, atau kesulitan bernapas akan membutuhkan perhatian medis segera. Mereka mungkin mengalami reaksi anafilaksis, yang bisa berakibat fatal.

Bila waktu dan kesempatan untuk pergi ke dokter tidak memungkinkan, Anda bisa mengambil tindakan pertama untuk menghubungi layanan konsultasi 24 jam dari YesDok. Para dokter profesional kami siap melayani Anda.

(foto: MomJunction)

TAG TERKAIT
YesDok
konsultasi
tanyadokter
dokter
parenting
bayi
alergi
BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK

  Corporate Info :
info@yesdok.com
 
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2019 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok

×

Halo

Nama Saya
Saya Adalah
di perusahaan
hubungi saya di +62
website perusahaan
E-mail saya di