0 Poin

#isolasimandiri

Artikel Terbaru

Tanda Pasien Isoman Harus Segera Ke Rumah Sakit

Tidak semua pasien positif covid-19 harus dirawat di rumah sakit. Bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri dengan menerapkan protokol kesehatan, perawatan standar dan mengonsumsi obat yang dianjurkan. Namun, pasien yang melakukan isoman harus segera ke rumah sakit bila terjadi hal-hal berikut ini:

Ikuti Prosedur Yang Baik Dan Benar Saat Isolasi Mandiri di Rumah

Infeksi Virus Covid-19 membuat seseorang mengalami beberapa gejala beragam, mulai dari tanpa gejala, ringan hingga berat. Bagi yang tanpa gejala dan ringan, disarankan untuk menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. Isoman sendiri dilakukan dengan tujuan agar tidak menularkan virus dan dilakukan minimal selama 10 hari.

Tetap Disiplin Protokol Kesehatan Saat Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri (Isoman) bisa dilakukan apabila seseorang yang terinfeksi virus Covid-19 tidak disertai gejala berat, agar mempercepat kesembuhan, isoman pun perlu dilakukan dengan disiplin dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan, makan makanan bergizi dan dipantau oleh fasilitas Kesehatan terdekat.

Layanan Telemedicine dan Obat Gratis Pasien Isoman Diperluas ke Wilayah Bodetabek

Kementerian Kesehatan memperluas layanan konsultasi dan pengiriman obat gratis melalui layanan telemedicine, salah satunya dari YesDok bagi pasien COVID-19 isolasi mandiri ke 4 wilayah yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).

Saturasi Oksigen Turun? Lakukan Teknik Proning Saat Isoman

Bagi Anda yang sedang menjalankan isolasi mandiri atau isoman, banyak hal yang harus benar-benar diperhatikan. Salah satu yang terpenting adalah kadar oksigen dalam tubuh. Sebab, pasien Covid-19 memiliki batas normal saturasi oksigen.

Cara Sehat Isolasi Mandiri Di Rumah Bagi Pasien Bergejala Ringan

Meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga saat ini membuat pemerintah mengambil kebijakan agar pasien Covid-19 tanpa gejala atau yang bergejala ringan melakukan perawatan isolasi mandiri. 

Perbedaan Karantina dan Isolasi yang Perlu Anda Ketahui

Selama masa pandemic, mungkin Anda sering mendengar anjuran untuk karantina dan isolasi. Sering dikira sama, padahal karantina dan isolasi adalah dua hal yang berbeda secara fungsi dan durasi. Meski keduanya bertujuan untuk mengurangi risiko penularan. Berikut perbedaan karantina dan isolasi yang perlu Anda ketahui:

Ini Perbedaan Karantina dan Isolasi Bagi Pasien COVID-19

Tindakan pertama yang harus dilakukan untuk individu yang terdeteksi terpapar COVID-19 adalah isolasi atau karantina. Meski sekilas sama, namun kedua istilah ini ternyata merupakan dua langkah yang berbeda.

Isolasi Mandiri Di Rumah? Jangan Abaikan Hal Ini

Pasien corona harus mendapatkan perawatan intensif. Perawatan ini dapat dilakukan di beberapa rumah sakit rujukan hingga wisma atlet yang dijadikan sebagai lokasi isolasi mandiri bagi OTG dan gejala berat Covid-19. Anda juga dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

GEJALA COVID MUNCUL KEMBALI SETELAH SEMBUH, INI YANG HARUS DILAKUKAN

Sudah dinyatakan sembuh COVID-19 merupakan harapan bagi semua penderita yang yang dinyatakan positif COVID-19. Masa isolasi yang harus dijalani, serta serangkaian gejala yang mungkin dirasakan dan tidak nyaman memberikan pengalaman hidup yang tentunya jangan sampai terulang kembali. 

KAPAN SAYA SELESAI ISOLASI? HASIL SWAB PCR KOK MASIH POSITIF JUGA?

Banyak yang mempertanyakan dan kebingungan karena setelah melakukan isolasi mandiri pada penderita COVID-19 gejala ringan hingga sedang namun setelah dilakukan swab PCR ulang hasilnya masih positif.
Tidak sedikit yang mengambil keputusan untuk melanjutkan isolasi mandiri selama 14 hari lagi, namun kembali lagi hasil swab PCR tidak kunjung konversi menjadi negatif.

RUMAH SAKIT MULAI PENUH, INI SYARAT ISOLASI MANDIRI

Dengan kondisi per-11 Januari 2021, menteri kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin lewat siaran PERS menyatakan semakin minimnya ketersediaan tempat tidur ruang rawat di rumah sakit rujukan COVID dan menghimbau bagi pasien positif COVID dengan kondisi tidak demam dan tidak sesak untuk melakukan isolasi mandiri, tidak perlu perawatan di rumah sakit.

SAYA POSITIF COVID-19, HARUSKAH RAWAT DI RUMAH SAKIT?

Per-11 Januari 2021, menteri kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin lewat siaran PERS menyatakan semakin minimnya ketersediaan tempat tidur ruang rawat di rumah sakit rujukan COVID dan menghimbau bagi pasien positif COVID dengan kondisi tidak demam dan tidak sesak untuk melakukan isolasi mandiri, tidak perlu perawatan di rumah sakit. Karena rumah sakit untuk pasien COVID gejala sedang berat.  

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri menjadi salah satu langkah untuk menahan laju penyebaran virus corona. Cara ini dilakukan bagi mereka yang tidak memiliki gejala Covid 19.

Siapkan Sejumlah Fasilitas, Pemerintah DKI Jakarta Larang Isolasi Mandiri

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah resmi dimulai di DKI Jakarta pada 14 September 2020. Sejumlah kebijakan pembatasan mulai dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus corona di Ibukota.

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

HUBUNGI KAMI

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2021 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok