0 Poin

Studi: Berlari Tingkatkan Aktivitas Seksual

Berolahraga kini bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan gaya hidup. Berolahraga rutin seperti halnya lari, berenang, dan bersepeda dipercaya baik bagi kesehatan jantung, Bahkan, sebuah penelitian terbaru mengatakan jika olahraga juga memiliki khasiat bagi aktivitas Anda di ranjang. Benarkah?

 
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine ini melibatkan 3.906 pria (usia rata-rata 41 hingga 45) dan 2.264 wanita (usia rata-rata 31 hingga 35), semuanya merupakan pelari, pesepeda, perenang, hingga atlet multisport.

 
Para atlet rekreasi diminta menyelesaikan survei anonim tentang berapa banyak mereka berolahraga setiap minggu serta fungsi seksual mereka, termasuk masalah dengan disfungsi ereksi untuk pria dan kesulitan membangkitkan gairah bagi wanita. Setelah menghitung angka, tren yang jelas muncul: Semakin banyak pria dan wanita berolahraga, semakin baik fungsi dan kepuasan seksual mereka seperti dilansir Runners World.


Hasilnya mengejutkan, pria yang membakar sekitar 4.000 kalori seminggu atau 4,5 jam dengan berlari mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi hingga seperempatnya. Wanita juga terlihat fungsi seksual mereka, termasuk gairah dan kepuasan orgasme. Yakni ketika mereka meningkatkan porsi berlari hingga 4 jam perminggu. Hal ini menjadikan wanita mengalami kemungkinan berkurangnya disfungsi seksual hingga 30 persen.

 
“Kedua kelompok penelitian baik pria maupun wanita mendapatkan manfaat dari berlari. Tapi wanita nampaknya mendapatkan dampak yang lebih baik bagi masalah seksual mereka,” kata penulis studi Benjamin Breyer.

 
Peningkatan kepuasan di ranjang kemungkinan dapat dijelaskan dengan cara yang sama seperti manfaat olahraga yang membantu jantung Anda: Arteri yang sehat dan sirkulasi yang baik membantu memastikan semua bagian tubuh berfungsi dengan baik.


Breyer bahkan menyebut jika membakar 8.260 kalori, atau setara dengan sekitar 9 jam berlari dalam seminggu dapat meningkatkan fungsi seksual mereka secara lebih lagi. Tidak masalah menaikkan volume (jumlah) latihan, selama itu tidak menyebabkan overtraining.

 
“Kami tidak pernah melihat titik di mana olahraga itu menyebabkan kontraproduktif yang menciptakan lebih banyak disfungsi seksual,” Breyer menambahkan.

(Foto: healthista)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

HUBUNGI KAMI

 

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2020 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok