0 Poin
Strategi Pemberian MPASI Anti GTM

Strategi Pemberian MPASI Anti GTM

Kebutuhan energi dan nutrisi si kecil yang menginjak usia enam bulan dapat tercukupi dengan ASI dan MPASI. Memberikan MPASI si kecil haruslah tepat dengan strategi yang benar.  Mulai dari tepat waktu, makanan adekuat, dan bagaimana cara memberikan MPASI yang benar agar anak anti GTM atau gerakan tutup mulut.

Menurut IDAI, si kecil dapat diberikan MPASI saat sudah dapat duduk dengan leher yang tegak dan mengangkat kepala sendiri tanpa memerlukan bantuan. Anak menunjukkan ketertarikan. Pada makanan misalnya mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya. Anak menjadi lebih lapar dan tetap menunjukkan tanda lapar seperti gelisah dan tidak tenang walaupun ibu sudah memberikan ASI secara rutin.

Meski sudah mendapatkan makanan, Anda tetap dapat melanjutkan memberikan ASI secara rutin. Karena ASI tetap menjadi bagian terpenting dari makanan bayi. Ketika memberikan MPASI perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Banyaknya energi tambahan yang diperlukan dari MPASI adalah sebanyak 200 kilo kalori per hari
  • Frekuensi memberikan makanan pendamping ASI yaitu dua kali sehari pada bayi berusia enam bulan
  • Jumlah MPASI yang diberikan kepada si kecil yaitu 2-3 sendok makanan pendamping ASI dalam sekali makan sebagai awalan
  • Untuk teksturnya, mulailah MPASI dengan makanan yang dihaluskan sehingga menjadi bubur kental atau puree

Bayi yang masih dalam tahap adaptasi dengan MPASI harus diperkenalkan secara perlahan. Maka dari itu ibu harus sabar dan memberikan dorongan kepada bayi untuk makan. Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanan. Memaksa anak makan dapat mengganggu kemampuan alaminya untuk mengetahui tanda-tanda lapar dan kenyang pada anak.

Ketika anak sulit makan, berikan makanan rumah yang sehat, baik untuk makanan sehari-hari maupun makanan selingan. Selain itu, tawarkan selalu jenis makanan yang baru. Terkadang makanan baru butuh ditawarkan 10-15 kali untuk dapat diterima dan dimakan dengan baik oleh anak. Sajikan jenis makanan yang baru bersamaan dengan makanan yang disukai oleh anak. Hindari asumsi bahwa anak tidak suka dengan jenis makanan tertentu.

Tawarkan pula finger foods atau makanan yang dapat digenggam oleh anak. Makanan tersebut harus sehat sehingga anak dapat belajar makan secara mandiri. Sulit makan dan menolak makanan adalah hal yang wajar terjadi pada anak. Hal tersebut bisa jadi merupakan cara mereka untuk menunjukkan diri mereka sebagai individu.

(Foto: cleveland clinic health)

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok