0 Poin
Makan burger

Sering Makan Terburu-Buru? Hati-Hati, Ini Akibatnya!

Salah satu kebiasaan yang umum diterapkan masyarakat kita namun rupanya memiliki dampak yang tidak baik bagi tubuh yaitu makan terburu-buru. 

Kebiasaan ini dapat memicu kenaikan berat badan serta gangguan kesehatan lainnya. 

Dengan makan makanan secara perlahan-lahan, hal tersebut dapat menjadi pendekatan yang baik untuk membantu saluran pencernaan serta menawarkan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh.

Makan terlalu cepat mampu berpengaruh pada berat badan

Seseorang yang makan cepat cenderung alami kenaikan berat badan yang tinggi dibandingkan mereka yang makan secara perlahan-lahan. 

Faktanya, sekitar 115% orang yang makan terlalu cepat cenderung mengembangkan penyakit obesitas.

Berbagai macam risiko makan terlalu cepat mampu berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, rupanya, sekitar 4.000 orang pada usia paruh baya melaporkan bahwa mereka yang makan terlalu cepat rentan lebih berat dan alami kenaikan berat badan semenjak mereka beranjak ke usia 20 tahun.

Makan secara perlahan-lahan dapat membantu mengurangi asupan kalori 

Dalam sebuah studi, kedua orang dengan berat badan yang normal dan kelebihan berat badan makan sesuatu dalam laju atau kecepatan yang berbeda.

Kedua grup makan mengonsumsi makanan dengan kalori rendah dengan kecepatan paling lambat, meskipun perbedaanya hanya signifikan secara statistik pada kelompok dengan berat badan normal. 

Semua peserta juga merasa lebih kenyang dalam waktu yang lebih lama setelah makan lebih lambat, mereka melaporkan lebih sedikit rasa lapar 60 menit setelah makan lebih lambat daripada makan lebih cepat.

Makan lambat membantu Anda makan lebih sedikit

Nafsu makan beserta asupan kalori Anda umumnya dikontrol dengan hormon. 

Setelah makan, usus Anda menekan hormon yang disebut ghrelin, yang mengontrol rasa lapar sementara mereka juga melepaskan rasa kenyang. 

Hormon ini memberitahu otak Anda bahwa Anda telah makan, mengurangi nafsu makan, membuat Anda merasa kenyang, dan membantu Anda berhenti makan.

Oleh karena itu, makan secara perlahan-lahan memberi otak waktu yang dibutuhkan untuk menerima sinyal ini.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok