0 Poin
Sakit mata

Sakit Mata Bisa Jadi Gejala Covid-19

Pandemi COVID-19 telah berlangsung setahun lamanya. Sepanjang itu, virus ini terus berkembang begitupun penangannya. Selama ini kita mengenal gejala paling umum seperti dari demam, kelelahan hingga batuk kering. Tetapi sebuah penelitian terbaru menyebut jika sakit mata juga masuk ke dalam gejala virus tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mata merah atau konjungtivitis ditambahkan ke daftar gejala COVID-19 yang kurang umum. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam BMJ Open Ophthalmology melaporkan sakit mata sebagai gejala yang terut dipantau pada pasien positif.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa gejala mata lazim terjadi pada hingga 4% hingga 31% penderita COVID-19 tetapi mungkin tidak dilaporkan karena biasanya tidak terlalu parah atau fatalistik.

Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan di China menemukan bahwa anak-anak yang menderita COVID-19 juga mengembangkan masalah mata termasuk keluarnya cairan konjungtiva hingga sebabkan keinginan menggosok mata.

Penelitian tersebut mengklaim bahwa 18% dari pasien COVID-19 dengan fotofobia, yang berarti kepekaan terhadap cahaya, sementara 16% mengalami sakit mata dan 17% mengalami mata gatal. Gejala paling signifikan yang dialami oleh orang yang Penderita COVID-19 adalah sakit mata. Gejala lain yang terkait dengan jenis konjungtivitis lain, seperti keluarnya lendir dan mata berpasir yang terkait dengan infeksi bakteri, tidak bermakna.

Selain gejala mata COVID-19, gejala umum lain dari virus korona baru terus meningkat dan berkembang seiring waktu. Berikut beberapa gejala COVID diantaranya:

- Demam
- Batuk kering
- Sakit tenggorokan
- Hidung berair dan tersumbat
- Nyeri dada dan sesak napas
- Kelelahan
- Infeksi saluran cerna
- Hilangnya indera penciuman dan perasa

Jika Anda adalah seseorang yang merasa tidak enak badan atau terus menerus batuk, Anda harus mengisolasi diri setidaknya selama seminggu. Jika Anda mengembangkan mata merah atau mengalami sakit mata bersama dengan tanda-tanda lain COVID-19, Anda perlu harus didiagnosis dan harus tetap diisolasi selama 14 hari.

Terapkanlah prinsip mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, praktikkan jarak sosial dan lakukan semua tindakan pencegahan, tidak hanya untuk keselamatan Anda tetapi juga untuk keselamatan orang lain.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
  Customer Service :
help@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2022 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok