0 Poin
Resesi Seks

Resesi Seks, yang Perlu Anda Ketahui

Pernahkah Anda mendengar istilah "resesi seks"?

Istilah ini merujuk pada penurunan hasrat individu atau pasangan untuk melakukan hubungan seksual dan melanjutkan ke jenjang pernikahan hingga mempunyai anak.

Dikutip oleh parentmap.com, tren ini paling menonjol di kalangan remaja dan dewasa muda. Menurut National Youth Risk, pada tahun 1991, 54% remaja dilaporkan melakukan setidaknya sekali berhubungan intim. Lalu, pada tahun 2015, jumlah tersebut menurun menjadi 41%. 

Namun hal ini tidak hanya berpotensi pada anak muda saja. Sebuah penelitian Jean Twenge, seorang psikolog di San Diego State University, telah menunjukkan bahwa rata-rata orang dewasa Amerika melaporkan lakukan aktivitas seksual sembilan kali lebih sedikit per tahunnya sejak 1990-an, dari sekitar 61 kali per tahun menjadi 52 kali per tahun pada awal 2010-an. 

Mengapa hal ini terjadi?

Penyebab resesi seks berbeda-beda bagi setiap individu atau pasangan. Selain preferensi masing-masing individu, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab kenaikan pesatnya anak muda memutuskan untuk memilih resesi seks yang dikutip dari laman the Atlantic

Menemukan kesenangan di berbagai cara yang berbeda

Dari tahun 1992-1994, sejumlah pria di Amerika Serikat melaporkan masturbasi dalam minggu tertentu meningkat dua kali lipat, menjadi 54% serta pada kasus wanita, meningkat dari tiga kali menjadi 26%. 

Melonjaknya pengguna internet di zaman ini juga memberikan akses yang cukup bebas terhadap pornografi.

Jarang berkomitmen dalam hubungan jangka panjang

Kaum muda cenderung lakukan hubungan intim ketika mereka berada dalam hubungan long-term, menurut seorang sosiolog Lisa Wade. Anak muda terdorong untuk berfokus pada diri sendiri dan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan. Hal ini menyisakan sedikit waktu untuk percintaan atau romansa.

Aktivitas seksual bisa menyakitkan

Menurut sebuah studi tahun 2012 oleh Debby Herbenick, seorang peneliti seks di University of Indiana, 30% wanita alami rasa sakit saat terakhir kali melakukan hubungan seks vaginal, dan 72% diantaranya lakukan hubungan seks anal, menurut sebuah studi tahun 2012 oleh Debby Herbenick, seorang peneliti seks.

Konsultasi keluhan mengenai masalah kesehatan Anda dengan dokter spesialis di aplikasi YesDok.

BAGIKAN KE MEDIA SOSIAL

YesDok adalah layanan ehealth yang terjangkau dengan platform mobile yang mudah digunakan dan tangguh. Menembus 17.504 pulau dan 260 juta pengguna di Indonesia.

DMCA.com Protection Status

   

INDONESIA
SINGAPORE
YesDok Pte. Ltd.
LAYANAN PENGADUAN KONSUMEN
  Customer Service :
help@yesdok.com
 
Direktorat Jendral Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga-Kementerian Perdagangan RI
: +6285311111010
KONTAK
  Corporate Info :
info@yesdok.com
PANDUAN
FOLLOW US
   

COPYRIGHT ©2023 ALL RIGHTS RESERVED BY YesDok